Nokia tengah membenahi semua lini bisnisnya. Salah satu caranya dengan memopulerkan sistem operasi Symbian. Kini, produsen ponsel asal Finlandia ini mengizinkan toko aplikasi resminya, Ovi Store, berjualan aplikasi berbayar yang berkualitas.
Nokia juga membuka kesempatan kepada pengembang lokal untuk membuat dan menawarkan aplikasi hasil kreasinya di Ovi Store. Pengembang aplikasi akan mendapatkan bagian sekitar 60% dari harga jual yang di bayar oleh konsumen pengunduh aplikasi tersebut.
Di Indonesia, sementara ini baru pelanggan operator seluler Telkomsel yang bisa menyuntikkan aplikasinya ke ponsel Nokia. Maklum, Nokia belum menjalin kerja sama dengan operator seluler lain.
Pelanggan Telkomsel yang menggunakan ponsel Nokia berbasis Symbian bisa mengakses toko software itu sepuasnya asal membeli paket Ovi Data Plan. Caranya dengan menghubungi kode akses *303*1#, lalu memilih paket yang diinginkan.
Telkomsel saat ini menyediakan dua paket. Pertama, paket harian dengan tarif Rp 2.000. Kedua, paket bulanan seharga Rp 20.000. Kedua paket ini dapat mengakses Ovi Store, Ovi Maps, sekaligus Ovi Music.
Pelanggan Telkomsel juga dapat memilih aplikasi premium. Caranya menggunakan Ovi Billing System. Sistem pembayarannya dengan memotong pulsa utama secara otomatis. Harga konten premium berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 10.000.
Saat ini Ovi menyediakan sekitar 15.000 aplikasi berbayar. Misalnya, aplikasi themes premium bisa diunduh bertarif Rp 3.000. Aplikasi lain seperti games yang lebih dulu tenar di kalangan pengguna Android, yakni Angry Birds, seharga Rp 5.000 dalam versi lengkap. Ada juga Farm Frenzy, Real Football Manager 2010, dan EA Premium dengan harga yang sama.
Banderol lebih mahal yakni Rp 10.000 disematkan untuk aplikasi personal Wi-Fi seperti JoikuSpot Premium dan ribuan games tingkat tinggi dari berbagai pengembang games terkenal, seperti Gameloft dan EA.
Peluang bagi pengembang
Country Manager Nokia Indonesia Bob McDougall berharap, jalinan kerja sama dengan Telkomsel tersebut dapat mendukung upaya Nokia mengembangkan perangkat dan aplikasi berbasis Symbian di Indonesia.
Maklum, selama ini pengembang aplikasi lokal berbasis Symbian terkesan lesu darah lantaran tak bisa menjual hasil karya mereka. Otomatis, pendapatan pengembang Indonesia hanya dari iklan yang bernilai kecil. Kini, pengembang yang ingin berjualan di Ovi Store cukup membayar registrasi € 1 atau sekitar Rp 13.000.
Wisnu Manupraba, Chief Executive Officer (CEO) Javan IT Services, menyambut baik peluang yang diberikan Nokia itu. Ia yakin langkah ini bisa memicu gairah para pengembang lokal. Namun, ke depan, dia tetap menyangsikan keseriusan Nokia mengembangkan Ovi Store.
Apalagi, Symbian bukan lagi satu-satunya sistem operasi yang digunakan Nokia. Vendor ini baru saja menjalin kerja sama dengan Microsoft untuk menggunakan sistem operasi Windows Phone 7. Kerja sama dengan Microsoft itu mengkhawatirkan kalangan pengembang. "Kami khawatir nasib Symbian ke depan," katanya.
Tak heran, saat ini pengembang yang berbasis di Bandung lebih memilih fokus mengoprek aplikasi untuk Blackberry dan Android. Sebab, RIM dan Google lebih berkomitmen terus mengembangkan aplikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News