HOME

Pembangunan infrastruktur di Taman Nasional Wakatobi mulai berjalan

Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:56 WIB   Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Pembangunan infrastruktur di Taman Nasional Wakatobi mulai berjalan

ILUSTRASI. Pulau Tomia Wakatobi

KONTAN.CO.ID - WAKATOBI. Menjadi salah satu 10 Bali Baru, pembangunan infrastruktur Wakatobi mulai berjalan.

Nandar, Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi menyebutkan, perkembangan pembangunan di Wakatobi mulai terealisasi. "Walaupun memang tidak cepat," ujarnya kepada Tim Jelajah Ekonomi Pariwisata KONTAN, Senin (19/8).

Ia memaparkan Wakatobi merupakan Kabupaten yang mayoritas adalah perairan yang terdiri dari empat kepulauan yakni Wangi-Wangi, Kaladupa, Tomia, dan Binongko.

Baca Juga: Wakatobi bidik 30.000 kunjungan

Dari keempat pulau itu, disebutnya Wangi-Wangi dan Tomia yang menjadi pulau dengan perkembangan pembangunan terpesat. "Sedangkan yang ramai dikunjungi Pulau Hoga di Kaladupa karena pulau penelitian," tuturnya.

Untuk pengembangan infrastruktur, ia menyebutkan Wakatobi sudah mulai dimasuki fiber optic, walaupun belum optimal. Kemudian, infrastruktur lainnya pembangunan pelabuhan untuk memudahkan konektivitas antar pulau. 

Baca Juga: Bupati Wakatobi: Pengembangan Wakatobi butuh Rp 10 triliun

Selain itu, Nandar bilang Presiden Jokowi juga telah menginstruksikan untuk menjadikan bandara yang ada menjadi bandara internasional.

Makanya, ia menilai walaupun lambat, tetapi sejak dipilih menjadi salah satu 10 Bali Baru, realisasi pembangunan mulai berjalan. 

"Sekarang relatif ada peningkatan, dari dukungan alokasi anggaran dan pembangunan infrastruktur di Wakatobi," tuturnya.

Baca Juga: Pemda terus mendorong pertumbuhan hotel di Wakatobi

Untuk anggaran yang diterima Wakatobi, Nandar belum bisa memaparkan secara rinci. Hal tersebut lantaran belum ada angka jelas, karena lintas kementerian.

Arhawi, Bupati Wakatobi menambahkan pihaknya berencana membangun floating jetty. "Wakatobi 97% laut, jadi untuk memudahkan akses antar pulau kami berencana membangun semacam jembatan untuk semakin memudahkan perpindahan antar pulau," pungkasnya.


Editor: Herlina Kartika


Terbaru