Peralatan dapur kurang bersih, ini 3 risiko yang akan terjadi

Rabu, 21 Juli 2021 | 21:35 WIB   Reporter: Raissa Yulianti
Peralatan dapur kurang bersih, ini 3 risiko yang akan terjadi

ILUSTRASI. Peralatan dapur kurang bersih, ini 3 risiko yang akan terjadi.

KONTAN.CO.ID - Peralatan dapur menjadi garda utama dalam menyajikan berbagai bahan mentah menjadi makanan olahan yang bisa dinikmati. Ingat, ada risiko jika peralatan dapur kurang bersih.

Kebersihan peralatan dapur wajib untuk menjadi yang utama. Peralatan dapur yang tidak bersih akan menimbulkan beberapa risiko kesehatan yang tentunya tidak baik bagi manusia. .

Nah, berikut risiko yang akan terjadi jika peralatan dapur yang Anda gunakan kurang bersih:

Kontaminasi

Kontaminasi terjadi ketika kebersihan baik pada tangan anda maupun peralatan dapur yang digunakan kurang diperhatikan.

Bakteri Escherichia Coli dan Salmonella Enterica yang memicu datangnya penyakit diare dan sakit perut ini adalah jenis bakteri yang sering ditemukan di dapur.

Dilansir dari Tb-haute-coutellerie.com, bakteri-bakteri tersebut ditemukan pada 25% makanan dan peralatan dapur. Sementara bakteri Listeria bisa ditemukan pada sekitar 10% dari peralatan dapur.

Bakteri Listeria Monocytogenes, menurut Wikipedia, merupakan penyebab dari penyakit Listeria. Penyakit ini muncul akibat dari mengosumsi makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Untuk menghindari kontaminasi, pisahkan peralatan dapur seperti pisau dan alas ketika digunakan untuk memotong daging dengan memotong buah.

Penggunaan alat dapur yang sama untuk pemakaian yang berbeda akan menimbulkan adanya kontaminasi yang berakibat buruk pada kesehatan.

Baca Juga: Menstabilkan gula darah, ini 8 manfaat habbatussauda untuk kesehatan

Ventilasi yang buruk

Ventilasi yang buruk menyebabkan gas atau aroma hasil masakan terperangkap di dalam rumah. Akibatnya, Anda bisa berisiko keracunan gas akibat ventilasi yang buruk.

Peralatan dapur yang wajib dibersihkan untuk memperbaiki ventilasi ini adalah cerobong asap.

Dilansir dari Facilities Management Journal, cerobong asap perlu dibersihkan berkala agar dapat mengalirkan udara atau gas bekas hasil masakan ke luar rumah. Ini juga agar rumah tidak memiliki aroma bau menyengat dari apa yang telah Anda masak.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Mudah Dibuat, Serenyah Sajian Resto

Kuman yang tumbuh di makana

Kuman akan tumbuh di makanan jika Anda memasak dengan suhu yang tidak tepat. Dilansir dari Food Safety, Anda harus tetap menjaga makanan dalam suhu 60°C atau lebih setelah dimasak.

Jika Anda tidak segera memakan makanan setelah beres dimasak, maka ada baiknya untuk menjauhkan makanan tersebut dari suhu bahaya, yakni suhu sekitar 4-60°C biar kuman tidak berkembang biak.

Kuman akan berkembang pesat ketika makanan berada pada sumber panas seperti slow cooker, chafing dish, ataupun warming tray.

Selanjutnya: Bisa Anda jajal, berikut 4 sayur yang efektif menurunkan gula darah

Editor: Raissa Yulianti
Terbaru