Kuliner

Perempuan Tangguh adakan pelatihan wirausaha disabilitas tuna tuli

Selasa, 11 Agustus 2020 | 20:53 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Perempuan Tangguh adakan pelatihan wirausaha disabilitas tuna tuli

ILUSTRASI. ALAT BANTU DENGAR - Petugas memasang dan menyeting alat bantu dengar pada telinga penerima bantuan di Sekretariat Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI di Jalan Ijen, Kota Malang, Kamis (3/8/2017).  Starkey Foundation bekerjasama dengan KoPPI dan K

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Mengawali kegiatannya,  Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia mengadakan program pelatihan wirausaha berbasis kuliner yang kali ini ditujukan ke para disabilitas tuna  tuli.

Bekerjasama dengan sekolah HighscopeBintaro, pelatihan diberikan kepada para disabilitas untuk membantu mengatasi para pebisnis tuna tuli saat ekonomi terpapar pandemi Covid-19.

 Dede Radinal dari PerempuanTangguh Indonesia (PTI) menjelaskan,  PTI berfokus pada tiga lingkup program, yaitu; sosial, pendidikan dan pemberdayaan umkm. “Kegiatan yang baru kami luncurkan ini merupakan kombinasi lingkup pendidikan dan pemberdayaan umkm dengan menambah soft skill teman-teman tuli di DKI Jakarta, “ ujar Dede, Selasa (11/8).  Targetnya, Perempuan Tangguh Indonesia akan memberikan pelatihan secara daring dan luring masing-masing tiga kali.

Yenee Krisnan, Project Director kegiatan ini menambahkan , pelatihan ini didesain 30% secara teori dan 70% praktik.  Maka, selama pelatihan peserta akan terus dipantau perkembangannya dengan pendampingan melalui grup chat.

“Kami berharap pelatihan yang yang berakhir di September 2020 ini adalah kemampuan para peserta menjual atau memasarkan produk makannya secara mandiri, baik secara offline maupun online, ”ujar  Yenee.

Dalam pelatihan ini, PTI menghadirkan chef professional sebagai pengajardan juga motivator inspiratif di setiapsesinya. Salah satunya Dimas P. Muharram, seorang tuna netra yang aktif memberikan motivasi kepadateman-teman disabilitas yang merupakan peraih beasiswadari Australia sekaligus Founder Kartunet dan pegiat aktivis disabilitas.

Dalamsesi sharing sessionnya, Dimas mengatakan bahwa menjadi seorang disabilitas tak ada alasan untuk tidak bisa berkarya, justru sebagai seorang disabilitas harus memiliki enam kemampuan super difabel yang mandiri dan produktif, yaitu: mampu berdamai dengan diri sendiri, mampu membaca dan menciptakan peluang di sekitar, mampu fokus pada kelebihan , mampu berkolaborasi untuk menutup kekurangan, mampu memanfaatkan kesempatan yang ada serta menginspirasi orang lain

Pacsa pelatihan wirausaha berbasiskuliner selama satu bulan, Perempuan Tangguh Indonesia akan memilih lima peserta terbaik  untuk ikut program pelatihan tingkat lanjutan.

 

 

Editor: Titis Nurdiana
Tag
Terbaru