Kilas Produk

Pertumbuhan Ekonomi di Sejumlah Daerah Positif

Selasa, 18 Mei 2021 | 14:21 WIB   Reporter: Tim KONTAN
Pertumbuhan Ekonomi di Sejumlah Daerah Positif

ILUSTRASI. Kontan - KOMINFO Kilas Online


KONTAN.CO.ID - Jakarta 17 Mei 2021 - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 yang diandalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi, sampai dengan 11 Mei 2021 realisasinya mencapai 172,35 triliun rupiah atau 24,6% dari pagu Rp. 699,43 Triliun. Realisasi tersebut bertambah sebesar Rp. 49,01 triliun dari realisasi Kuartal I lalu yang sebesar Rp. 123,26 triliun, dengan rincian Realisasi Kesehatan Rp 24,90 T atau mencapai 14,2% dari pagu sebesar Rp.175,22 triliun; realisasi Perlinsos Rp 56,79 triliun atau mencapai 37,8% dari pagu sebesar Rp.150,28 triliun; realisasi Program Prioritas Rp 21,8 triliun atau mencapai 17,6% dari pagu sebesar Rp.123,67 triliun; realisasi Dukungan UMKM dan Korporasi Rp 42,03 triliun atau mencapai 21,7% dari pagu sebesar Rp.193,53 triliun; dan realisasi Insentif Usaha Rp 26,83 triliun atau mencapai 47,3% dari pagu sebesar Rp.56,72 triliun.

Sedangkan untuk penyaluran Perlindungan Sosial (Perlinsos), telah dilakukan upaya percepatan sehingga sampai dengan 11 Mei 2021 realisasinya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp. 13,83 triliun atau 48,19% dari anggaran Rp. 28,71 triliun; Kartu Sembako mencapai Rp.17,24 Triliun atau 38,20% dari anggaran Rp.45,12 Triliun; Program Bantuan Sosial Tunai (BST) mencapai Rp.11,18 Triliun atau 98,39% dari anggaran Rp.12,0 Triliun; dan Program BLT Desa mencapai Rp.2,51 Triliun atau 17,41% dari anggaran Rp. 14,4 Triliun.

Di samping itu, lanjut Airlangga, perkembangan kinerja dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan 10 Mei 2021 adalah Realisasi KUR Jan 2021 s/d 10 Mei 2021 sebesar 90,30 triliun rupiah (35,69% dari target 2021 sebesar 253 triliun rupiah), diberikan kepada 2,49 juta Debitur, sehingga total Outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar 232,24 triliun rupiah dengan NPL 0,71%. Penyaluran KUR selama 2021 berdasarkan jenis, yaitu KUR Super Mikro (4,70%), KUR Mikro (62,07%), KUR Kecil (33,20%), dan KUR untuk PMI (0,02%).

Airlangga yakin, ekonomi Indonesia akan rebound di tahun 2021. Dengan kontraksi ekonomi di Q2-2020 yang sebesar -5,32%, PDB Harga Konstan (ADHK) di Q2-2020 turun menjadi hanya Rp2.589,8T.

“Jika PDB di Q2-2021 dapat dikembalikan ke level normal Q2-2019 saja (Rp2.735,4T), maka growth pada Q2-2021 sudah mencapai angka 6,3%. Kalau ditambah dengan berbagai extra-efforts yang telah dilakukan, maka optimis pertumbuhan di Q2-2021 bisa di kisaran 7%,” kata Airlangga dalam jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (17/5).

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), lanjut Airlangga, peredaran uang sebesar Rp154,5 triliun, atau meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 41,5 persen. Khusus Jabodetabek, BI mencatat penarikan dana tunai naik 61 persen atau Rp34,8 triliun dan ini lebih tinggi dibandingkan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menambahkan bahwa secara spasial, sektor-sektor yang tumbuh positif di lebih dari 60% Provinsi adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Jasa Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Perbaikan pertumbuhan Ekonomi sudah terjadi di berbagai Provinsi. 10 Provinsi yang sudah tumbuh Positif adalah Riau (0,41%); Papua (14,28%); Sulteng (6,26%); Jogja (6,14%); Sulut (1,87%); Sultra (0,06%); NTT (0,12%); Papua Barat (1,47%); Babel (0,97%); dan Malut (13,45%). Selain itu, lanjut Airlangga, ada 10 Provinsi yang menyumbang 77,71% terhadap total PDB nasional di Q1-2021. ()

Editor: Ridwal Prima Gozal
Tag
Terbaru