Puluhan Ribu Fans Batalkan Tiket Piala Dunia 2026, Ini Pemicunya

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:53 WIB
Puluhan Ribu Fans Batalkan Tiket Piala Dunia 2026, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Puluhan ribu pemegang tiket Piala Dunia 2026 membatalkan partisipasi hanya dalam semalam. Kekhawatiran soal keamanan dan politik di AS jadi alasan (Dok./REUTERS)

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Puluhan ribu penggemar sepak bola dilaporkan mulai menarik diri dari turnamen Piala Dunia 2026 di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan, ketidakstabilan politik, dan isu hak asasi manusia di Amerika Serikat (AS). Situasi ini bahkan memaksa FIFA menjadwalkan rapat darurat pada pekan ini.

Menurut laporan Roya News dikutip News 18, sekitar 16.800 pemegang tiket membatalkan partisipasi mereka dalam Piala Dunia hanya dalam semalam. Langkah ini terjadi setelah seruan boikot menyebar dengan cepat di media sosial.

Karena FIFA menerapkan kebijakan ketat tanpa pengembalian dana (no-refund) untuk tiket Piala Dunia yang telah terjual, angka tersebut diyakini mencerminkan penarikan diri penggemar dari Tahap Ketiga penjualan tiket. Tahap ini mencakup aplikasi undian acak serta pembelian tiket melalui asosiasi anggota.

Penggemar dari luar negeri, khususnya, menyatakan ketidaknyamanan terhadap iklim politik saat ini di AS serta kekhawatiran atas keselamatan pribadi selama bepergian di negara tersebut.

Baca Juga: Timnas Gagal ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir Minta Maaf kepada Prabowo

Titik balik bagi banyak penggemar diduga dipicu oleh insiden penembakan fatal yang terkait dengan ICE di Minneapolis. Dalam peristiwa tersebut, seorang ibu berusia 37 tahun dengan tiga anak tewas saat pemeriksaan ICE. Insiden ini memicu kekhawatiran yang lebih luas mengenai praktik penegakan hukum, keamanan publik, dan potensi kerusuhan sipil.

Apa yang semula diharapkan menjadi pesta sepak bola global kini dengan cepat berubah menjadi sumber kegelisahan.

Piala Dunia 2026 sejatinya bersifat historis: menjadi edisi pertama dengan 48 tim peserta dan pertama kalinya digelar bersama oleh tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, alih-alih antusiasme, rasa cemas justru kian menguat.

Penggemar dari Eropa, Amerika Selatan, dan Afrika secara terbuka menyatakan mereka tidak lagi merasa aman untuk bepergian ke AS.

Baca Juga: Pesan Patrick Kluivert untuk Rakyat Indonesia Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia 2026

Seperti diketahui, kebijakan tanpa pengembalian dana FIFA atas tiket yang telah terjual membuat angka pembatalan tersebut diyakini berasal dari penarikan diri pada Tahap Ketiga penjualan tiket, termasuk aplikasi undian dan pembelian melalui asosiasi anggota.

Dampaknya mulai terasa. Pemesanan hotel di kota-kota tuan rumah dilaporkan melambat, sementara harga tiket di pasar penjualan kembali mengalami penurunan.

Sebagai respons, FIFA menjadwalkan rapat darurat yang melibatkan para pejabat senior dan penyelenggara turnamen. Pembahasan diperkirakan akan difokuskan pada kekhawatiran terkait keselamatan penggemar, penurunan komitmen pembelian tiket, serta meningkatnya risiko reputasi yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Selanjutnya: PMDN 2026 Diprediksi Melesat! Danantara Siap Suntik Investasi Sektor Ini

Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Close [X]