Roaming Internasional, Agar Komunikasi Tetap Terjalin

Minggu, 23 Agustus 2009 | 00:10 WIB
Reporter: Roy Franedya  | Editor: Test Test

rouming_b_ian-waldie-editBILA gemar melanglang buana, Anda tak perlu khawatir bakal putus hubungan dengan kolega. Komunikasi dengan mitra bisnis atau keluarga di negeri sendiri bisa tetap terjalin melalui fasilitas jelajah (roaming) internasional. Seluruh operator telekomunikasi di Indonesia sudah menyediakan layanan roaming saat pelanggan di luar negeri. Telkomsel bahkan menawarkan empat jenis layanan roaming sekaligus: Prepaid Local Roaming Number (PLRN), Bridge DataRoam, Telkomsel Flash, dan Bridge Traveller. Menurut Dzulyaden Hasbi, General Manager Roaming Internasional Telkomsel, keempat layanan roaming itu bisa terlaksana lantaran Telkomsel sudah menjadi anggota Bridge Alliance. Ini adalah nama aliansi operator seluler Asia Pasifik yang beranggotakan 11 perusahaan. Aliansi ini muncul pada November 2004. Demi memperluas layanan roaming internasional, Telkomsel menjalin kerjasama dengan 360 operator. Kini para pengguna Telkomsel bisa berhalo-halo di 196 negara. Tarif setiap produk Telkomsel bervariasi. Tarif PLRN, misalnya, flat Rp 3.000 per menit ke seluruh Indonesia dan bebas roaming. Tarif layanan data Bridge DataRoam berbeda-beda. Misalnya paket tarif bulanan Rp 280.000 untuk 15 Mb, dan Rp 560.000 untuk 40 Mb. Ada juga paket hemat 5 Mb seharga Rp 150.000 berlaku selama sepekan. Tak kalah asyik adalah Bridge Traveller. Pelanggan di luar negeri mendapat sejumlah fasilitas tambahan seperti airport lounge, mobil, hotel, dan diskon merchant-merchant di 11 negara Bridge Alliance. Layanan ini hanya berlaku bagi pelanggan pascabayar Kartu Halo. Tapi, sebelum mencicipi berbagai fasilitas itu, pengguna Halo harus memenuhi sejumlah syarat. Misalnya, menyerahkan fotokopi KTP dan paspor serta minimal tagihan selama tiga bulan sebesar Rp 300.000. Jika syarat itu terpenuhi, fasilitas roaming akan langsung aktif. Namun, jika tagihan kurang, pelanggan bisa meminta bank mendebet secara otomatis tagihan roaming internasional. Lain lagi dengan pelanggan prabayar. Mereka tak perlu melakukan registrasi, fasilitas roaming langsung aktif. Namun, tarifnya 5% lebih tinggi ketimbang pascabayar. Mau murah? SMS! Tarif roaming Indosat juga berbeda-beda. Jika menerima panggilan biayanya Rp 9.000 hingga Rp 55.000 per menit. Bila menginginkan tarif murah, pilih SMS yang bertarif Rp 3.900–Rp 13.000. Layanan pengiriman data Indosat tarifnya sebesar Rp 80–Rp 350 per kb. Indosat juga melakukan aliansi dengan operator di luar negeri. Aliansi itu berjuluk Conexus, berdiri sejak April 2006 dan beranggotakan 10 operator. Dengan bergabung di Conexus, pelanggan bisa menghemat biaya percakapan. Agar bisa roaming internasional, pelanggan pascabayar Indosat wajib mendaftar dulu. Mereka juga kudu menyetor jaminan sebesar Rp 5 juta dan menyerahkan fotokopi tagihan kartu kredit 3 bulan terakhir. Excelcomindo Pratama juga sudah memiliki layanan roaming internasional yang menjangkau 140 negara. Jika pelanggan menelepon ke Indone-sia tarifnya Rp 8.750–Rp 22.000 per 30 detik. Adapun layanan data Rp 25 per kb. Pelanggan prabayar tinggal melakukan registrasi, sedangkan pelanggan pascabayar harus pula menyerahkan jaminan sebesar Rp 1,5 juta. Tahun lalu bisnis roaming menyumbang 2,5% pendapatan Telkomsel; sementara di XL kurang dari 5%. "Pengguna layanan ini kurang dari 500.000, padahal pelanggan kami 26 juta," kata General Manager Pascabayar dan BlackBerry XL Budi Hardjono. Jurus berhemat di negeri orang Agar bisa menggunakan fasilitas roaming internasional, para pelanggan memang harus siap membayar tarif selangit. Maklum, pelanggan akan terkena tarif operator mitra roaming plus margin 15%. Dan, karena perbedaan mata uang, pengguna fasilitas ini harus siap menanggung selisih kurs. Tenang, selalu ada cara membuat biaya menjadi murah. Salah satunya memakai kartu dari operator negara tujuan. Ini cocok jika kunjungan memakan waktu cukup lama. Maklum, kalau memakai operator sono, tarifnya lebih murah. Congstar dari Jerman, misalnya, hanya membebankan tarif € 0,29 per SMS ke nomor Indonesia. Namun General Manager Pascabayar dan BlackBerry XL Budi Hardjono bilang, untuk menghemat biaya pelanggan bisa memakai kartu pascabayar karena lebih murah. Sementara, General Manager Roaming Internasional Telkomsel Dzulyaden Hasbi bilang, pada kasus tertentu penggunaan nomor domestik memang lebih baik. Tapi, bagi pebisnis bisa tidak efisien. Sebab, dengan nomor baru ia bakal sulit dihubungi. Berdasarkan penelitian Telkomsel, tak banyak pelanggan yang mengganti kartu saat berada di luar negeri. "Mereka sudah mengerti bahwa roaming internasional itu premium. Wajar kalau mahal," ungkap dia. Dzulyaden memberi saran, jika hanya kunjungan singkat,  silakan tetap menggunakan nomor Indonesia. Tapi jika memakan waktu berbulan-bulan, sebaiknya menggunakan operator domestik. "Itu akan terasa lebih ringan buat pengeluaran Anda," pungkas Dzulyaden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru