Saham-Saham Big Cap Berguguran, Kekayaan para Miliarder Indonesia Rontok

Rabu, 11 Mei 2022 | 05:35 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Saham-Saham Big Cap Berguguran, Kekayaan para Miliarder Indonesia Rontok


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Koreksi lanjutan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (10/5) kembali menggerus kekayaan para taipan Indonesia. Kekayaan tiga orang terkaya top Indonesia ambles lebih dari 6% dalam sehari.

Melansir Forbes Real Time Billionaires, per Selasa (10/5), harga orang terkaya Indonesia yakni pemilik Grup Djarum menyusut lebih dari Rp 20 triliun dalam sehari.

Harta orang terkaya Indonesia, Robert Budi Hartono misalnya tercatat turun 6,28%, setara US$ 1,5 miliar atau Rp 21,7 triliun (kurs Rp 14.500) dalam sehari. Setelah pasar ditutup, nilai kekayaan bersih Michael Bambang Hartono sebesar US$ 21,9 miliar atau Rp 317,5 triliun.

Baca Juga: IHSG Ambruk, Harta Orang Terkaya Indonesia Menyusut Rp 18,89 Triliun dalam Sehari

Kemudian kekayaan saudaranya, Bambang Hartono juga turun 6,27% atau US$ 1,4 miliar setara Rp 20,3 triliun. Saat ini nilai kekayaan bersih Bambang Hartono sebesar US$ 21,0 miliar atau setara Rp 304,5 triliun.

Pemilik CT Corp, Chairul Tanjung juga tak luput dari penurunan nilai kekayaan. Setelah pasar ditutup kekayaan pria yang akrab disapa CT ini tergerus 6,08% atau US$ 519 juta, setara Rp 7,52 triliun.

Miliarder lain yang nilai kekayaannya turun adalah pemilik PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Prajogo Pangestu, Pemilik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Pendiri Triputra Group, Theodore Rachmat, Pendiri PT Avia Avian Tbk (AVIA), Wijono & Hermanto Tanoko serta Bos Wilmar Group, Martua Sitorus. 

Baca Juga: Kekayaan Chairul Tanjung Bertambah, Ini 10 Orang Terkaya Indonesia

Sementara kekayaan PT Bayan Resources Tbk(BYAN) Low Tuch Kwong malah lanjut bertambah sebesar 9,31% dan Sri Prakash Lohia pendiri Indorama Corporation, perusahaan petrokimia dan tekstil nilai kekayaannya bertambah 0,81%.

Berikut nilai 10 orang terkaya Indonesia dan perubahannya:

Editor: Noverius Laoli

Terbaru