Style

Sebuah studi menyatakan ternyata pikun berkaitan dengan kepribadian saat remaja

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 16:41 WIB Sumber: Kompas.com
Sebuah studi menyatakan ternyata pikun berkaitan dengan kepribadian saat remaja

ILUSTRASI. ilustrasi penyakit pikun./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/09/05/2011.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lupa, pikun, atau daya ingat menurun biasanya dikenal sebagai tanda-tanda seseorang yang sudah memasuki usia lanjut. Sebab, seiring bertambahnya usia, kemungkinan mengalami penurunan fungsi kognitif otak pun semakin meningkat. 

Salah satu penyakit yang berhubungan dengan penurunan daya ingat di usia lanjut adalah demensia. Demensia merupakan gangguan yang menimbulkan kerusakan progresif pada sistem saraf yang akan menghasilkan sejumlah gejala, seperti penurunan daya ingat dan penalaran.

 Namun, tahukah Anda jika demensia justru berkaitan dengan kepribadian di usia muda? Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi internasional yang menyebutkan bahwa kepribadian di usia muda memiliki keterkaitan dengan risiko demensia di kemudian hari. 

Baca Juga: Biar tidak sampai kena kanker atau jantung, kenali tiga jenis lemak makanan berikut

Dikutip dari Healthline, riset yang diberi nama Project Talent meneliti 10 tipe kepribadian dari berbagai kalangan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry. 

Para peneliti melakukan survei kepada lebih dari 80.000 peserta di sekolah menengah selama masa remaja mereka pada tahun 1960. Survei tersebut kembali dilakukan pada akhir 1960-an dan awal tahun 1970-an. 

Kepribadian energik punya risiko tinggi 

Baca Juga: Desa Kemiren Asri binaan Pertamina berhasil ekspor jamur krispi ke Hongkong

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang lebih tenang, lebih kuat, dan lebih dewasa di sekolah menengah memiliki risiko demensia lebih rendah di kemudian hari. 

Keterkaitan ini menjadi lebih kuat dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi. Sebaliknya, seseorang dengan kepribadian yang lebih aktif dan energik memiliki risiko demensia lebih besar. 

Sementara itu, peneliti Institut Amerika Kelly Peters juga mengatakan, ada banyak bukti tentang keterkaitan tersebut, seperti dikutip dari WebMD. Namun, ada pertanyaan lain yang muncul yaitu apakah kepribadian atau beberapa aspek itu sebenarnya dapat menyebabkan demensia. 

"Itu pertanyaan besar, apakah hanya kepribadian yang dapat terkena demensia? Apakah itu hanya ekspresi dari penyakit?" kata Peters. Pada usia rata-rata 16 tahun, para siswa dinilai memiliki 10 sifat umum. 

Pada tahun 2011-2013, ketika mereka hampir berusia 70 tahun, lebih dari 2.500 orang menderita demensia. Ia dan timnya menemukan bahwa risiko demensia lebih rendah di antara manula yang tenang, kuat, dan dewasa saat remaja. 

Baca Juga: Realisasi kontrak perusahaan BUMN karya masih jauh dari target hingga September 2019

Peters mengatakan temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi para perumus kebijakan untuk mengembangkan sistem dukungan sosial yang lebih baik. 

Pikun juga berkaitan dengan finansial 

Akan tetapi, sifat tenang dan dewasa tampaknya tidak dapat mencegah demensia bagi remaja yang tumbuh di lingkungan yang relatif miskin. Wakil presiden Alzheimer's Association Heather Snyder mengatakan ada banyak faktor yang berkontribusi pada risiko demensia. 

"Ada berbagai macam faktor sosial, lingkungan, dan genetik yang dapat berkontribusi pada risiko demensia," kata Snyder. 

Baca Juga: Pengusaha Maya Miranda mengakuisisi Batamec Shipyard

"Juga diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apa itu dan bagaimana mereka berinteraksi," sambungnya. Menurutnya, tak ada cukup bukti untuk menyarankan bahwa strategi intervensi tipe kepribadian di sekolah menengah akan efektif. (Ahmad Naufal Dzulfaroh)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi Buktikan Pikun Berkaitan dengan Kepribadian saat Remaja"

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Yoyok


Terbaru