JAKARTA. Kehidupan kota yang kian sumpek ditambah tuntutan pekerjaan yang bejibun membuat aktivitas berkebun menciptakan sensasi tersendiri bagi kalangan eksekutif. Itulah yang dirasakan Achmad Merendes, pemilik Red White Cafe di Kemang.
Pasti bukan karena ia ingin menghemat belanja sayuran. Bahkan, Achmad tahu persis kalau biaya untuk pupuk, bibit ataupun biaya lain-lain tidak akan kembali lantaran ia ia tidak menjual hasil panen kebunnya. "Saya memilih mengundang penduduk sekitar untuk memanen bersama dan dibagikan gratis," katanya.
Achmad memang tidak membeli atau menyewa lahan. Ia hanya memanfaatkan lahan kosong yang terlantar. "Kami menafaatkan untuk tanaman sayuran," katanya.
Rupanya Achmad tidak sendirian. Saat ini orang-orang seperti Achmad memiliki komunitas, yaitu komunitas Indonesia Berkebun yang biasa mengadakan pertemuan di akhir pekan. Komunitas ini di Jakarta telah berhasil menanam sayuran di empat tempat yaitu Kelapa Gading, Bintaro, Petukangan, dan Kemayoran seluas kurang lebih 1,5 hektare.
Tanah-tanah kosong itu secara sukarela dipinjamkan oleh pemilik untuk dimanfaatkan menanam hortikultura. Selain bayam, Achmad banyak menanam kangkung, singkong, cabai, atau tanaman lain yang memiliki masa panen singkat.
Berbagi pengetahuan
Komunitas Indonesia Berkebun terbentuk Januari 2011 setelah tercetus dalam diskusi jejaring sosial, Twitter. Dengan akun @IDberkebun, jumlah followers Indonesia Berkebun lebih dari 5.988 orang.
Selain Jakarta, Indonesia Berkebun juga memiliki 20 wilayah cabang. "Setiap cabang punya akun masing-masing dan menggarap lahan sendiri, contohnya Jakarta Berkebun," kata Achmad.
Sebagai wadah berbagi pengetahuan, Achmad mengaku banyak mendapat pelajaran berkebun di komunitas ini. Misalnya saja mengenai teknik menanam, perawatan dan pengairannya, dosis pupuk, juga mengenai sifat-sifat tanamannya itu sendiri.
Ida Amal, Direktur Utama produsen pupuk PT SMS Indoputra Tangerang juga aktif di komunitas Indonesia Berkebun. Selain berkebun sendiri, ia juga rajin memberikan pelatihan ke anggota komunitas terkait. Misalnya tentang cara budidaya. Soalnya, banyak anggota komunitas yang belum punya pengalaman berkebun.
Ida bercerita, berkebun memberikan pengalaman unik. Buah atau sayur dari tanaman sendiri juga memberikan rasa kenikmatan dan kepuasan. Komunitas ini juga pernah diundang khusus oleh Pemerintah Kuching, Malaysia untuk menceritakan pengalaman dan motivasi mereka berkebun.
Oh iya, selain eksekutif dan pengusaha, pehobi kebun yang tergabung di Indonesia Berkebun ada juga artis, dan mahasiswa. Artis yang sering wara-wiri di komunitas ini antara lain Fadli Padi, Alex Komang, Malyaf Fayza, serta mantan Miss Indonesia bidang lingkungan 2009 Nadine Zamira. "Kalau ingin menanam, mencari bibit, pupuk bisa diperoleh dengan harga murah," Ida berpromosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News