KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Smartin Advisor Sistem (SAS) kembali menggelar literasi investasi bagi kalangan mahasiswa. Kali ini acara serupa dilakukan di Universitas Sahid, Jakarta, untuk mencetak generasi muda cerdas finansial.
Smartin, perusahaan penasihat berjangka, menggandeng Universitas Sahid menghadirkan platform literasi komplet dari hulu ke hilir, mulai dari pengetahuan hingga ke level praktik. Harapannya, para mahasiswa bisa mendapatkan pemahaman utuh dan mulai berlatih menerapkannya dalam komunitas investasi.
Termasuk peluncuran Sahid Future Entrepreneur Workshop (SFEW), yang merupakan program pengembangan kewirausahaan dan literasi keuangan bagi mahasiswa Universitas Sahid.
SFEW akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, berlatih, dan bertumbuh menjadi wirausahawan masa depan. Ini adalah tempat ide bisnis diuji dan dikembangkan, keuangan usaha dipahami, dan jejaring dengan praktisi serta dunia industri dibangun. Kegiatan literasi keuangan ini sejalan dengan program “Sahid Smart Move 2027: Cerdas Finansial, Berani Berwirausaha”.
Baca Juga: Indonesia Golf Festival 2026 Hadirkan 120 Exhibitor, Bidik Peluang Bisnis Golf
Chief Business Officer Dupoin Group International, Philip Chan mengatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa di bidang investasi. Sebelum melaksanakan program, pihaknya melakukan survei terhadap mahasiswa. "Temuan dari survei itu kami jadikan rujukan dalam pemberian materi paparan. Mudah-mudahan, harapan mahasiswa dapat kami penuhi lewat program ini," kata Philip dalam keterangannya, Sabtu (24/10).
Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, Nugroho Sukamdani mengatakan, program Smart Move berarti langkah cerdas. Ini sejalan dengan kehadiran Sahid yang lahir dari langkah cerdas seorang wirausahawan. Kewirausahaan disebutnya bukan sekadar mata kuliah di kampus, melainkan DNA yayasan tersebut.
Namun, dia menuturkan, zaman telah berubah. Hari ini, dengan satu sentuhan di layar ponsel, siapa pun bisa bertransaksi dan berinvestasi. Ini menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan dengan pengetahuan akan investasi.
Presiden Direktur Smartin, Odang Supriatna menambahkan, literasi finansial, investasi, dan kewirausahaan merupakan tiga kompetensi yang saling berkaitan dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik.
Mahasiswa juga perlu mampu mengelola uang, memahami peluang dan risiko investasi, membuat perencanaan ekonomi, serta mengembangkan kemampuan menciptakan penghasilan melalui kegiatan produktif. “Oleh karena itu, program ‘Cerdas Finansial, Berani Berwirausaha’ dapat dirancang sebagai program pembekalan mahasiswa Universitas Sahid yang mengintegrasikan pengetahuan keuangan, pemahaman investasi, dan keterampilan membangun usaha,” kata Odang.
Baca Juga: BAKTI Komdigi Dorong Digitalisasi Wisata Sumbawa, 19 Pengelola Masuk Marketplace
Merujuk hasil survei yang dilakukan pada pertengahan Oktober 2026 terhadap 123 mahasiswa Universitas Sahid, sebanyak 67,7% mahasiswa Sahid mengaku tidak melakukan investasi di aset digital maupun trading dalam perdagangan berjangka komoditas (PBK), karena belum tahu ada peluang di kedua instrumen investasi tersebut.
Di sisi lain, dia menuturkan, meski mayoritas tidak memiliki investasi di sektor keuangan, pasar modal, maupun aset digital, para mahasiswa mengaku bahwa budaya investasi perlu ditanamkan sejak usia muda (96%).
Hasil survei ini menunjukkan kebutuhan penguatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa, khususnya dalam memahami instrumen investasi, peluang, dan risiko digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News