KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Universitas Stanford melalui Stanford Graduate School of Business (GSB) kembali membuka pendaftaran Stanford Seed Transformation Program (STP) bagi pengusaha Indonesia untuk angkatan 2027.
Program pelatihan bisnis ini juga menyediakan kesempatan beasiswa bagi peserta yang memenuhi syarat.
Stanford Seed merupakan program pengembangan bisnis yang ditujukan bagi pengusaha dan pemilik usaha skala menengah di negara berkembang.
Baca Juga: Jadwal MPL S17 Week 8, Minggu Terpanas, Perebutan Tiket Menuju Playoff Semakin Sengit
Program ini bertujuan membantu transformasi bisnis agar mampu tumbuh lebih berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program STP sebelumnya telah dijalankan di Afrika dan Asia Selatan, sebelum akhirnya hadir di Indonesia. Seluruh kurikulum disusun langsung oleh tim Stanford Graduate School of Business.
Country Director Stanford Seed Indonesia Philip Setiadi mengatakan, program ini membuka akses pendidikan bisnis kelas dunia bagi pengusaha Indonesia tanpa harus meninggalkan bisnis yang sedang dijalankan.
“Dalam kesempatan ini kami menghadirkan pendidikan bisnis kelas dunia langsung ke Indonesia bagi para pengusaha, CEO, dan founder yang siap mengembangkan perusahaannya. Apalagi pada program kali ini kami juga menawarkan beasiswa bagi peserta yang memenuhi syarat,” ujar Philip dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Kode Redeem ML 14 Mei 2026 Terbaru Lengkap Cara Klaim In-Game dan Lewat Website
Pendaftaran program STP angkatan 2027 dibuka hingga 1 Juni 2026. Program akan berlangsung mulai Januari hingga November 2027 dengan format hybrid, yakni kombinasi pembelajaran daring dan luring bersama pengajar Stanford GSB.
Program paruh waktu selama 10 bulan ini dirancang agar peserta tetap dapat menjalankan operasional bisnis sambil mengikuti pelatihan.
CEO atau founder peserta diwajibkan menyediakan waktu sekitar lima hingga delapan jam per minggu, sedangkan anggota tim manajemen sekitar dua hingga empat jam per minggu.
Selain sesi pembelajaran, peserta juga akan mengikuti lokakarya bersama tim manajemen perusahaan yang difasilitasi Business Transformation Advisor (BTA).
Di akhir program, peserta akan menyusun Transformation Plan atau rencana transformasi bisnis untuk tiga hingga lima tahun ke depan.
Baca Juga: Spesifikasi PC Subnautica 2 Minimum dan Recommended Serta Link Download Resmi
Adapun materi utama yang dipelajari meliputi strategi dan model bisnis, pemasaran dan penjualan, pengelolaan operasional dan keuangan, pengembangan SDM, hingga kepemimpinan.
Program ini terbuka bagi pengusaha atau founder dengan omzet tahunan antara US$ 300.000 hingga US$ 15 juta, atau setara sekitar Rp 5 miliar hingga Rp 230 miliar, serta memiliki minimal tiga anggota tim manajemen di luar pemilik bisnis.
Stanford Seed mengklaim telah membantu lebih dari 1.500 pengusaha di berbagai negara.
Secara global, sekitar 87% perusahaan peserta berhasil memperoleh pendanaan setelah menyelesaikan program, dengan median pertumbuhan pendapatan mencapai 29% dalam satu tahun.
Secara kolektif, alumni program disebut telah memperoleh pendanaan hingga US$ 2 miliar dalam bentuk pinjaman, ekuitas, maupun hibah.
Baca Juga: Kode Redeem FF 14 Mei 2026, Inilah Deretan Reward yang Mungkin Anda Lewatkan
Di Indonesia, peserta angkatan pertama dan kedua juga mulai mencatat sejumlah perkembangan bisnis.
Sebanyak 56% peserta memperluas penjualan ke kota atau negara baru, memperluas segmen pelanggan, serta meluncurkan produk dan layanan baru.
Salah satu alumni angkatan pertama, Co-Founder & CEO dibimbing.id dan Cakrawala University, Zaky Muhammad Syah, mengatakan program tersebut membantu perusahaan memperkuat fokus strategis dan struktur kepemimpinan.
“Hasilnya, pendapatan kami tumbuh signifikan, tingkat kepuasan pelanggan meningkat, dan kami memperluas kemitraan perekrutan dengan lebih dari 1.000 perusahaan,” ujar Zaky.
Setelah lulus, peserta juga akan tergabung dalam Seed Transformation Network (STN), komunitas alumni Stanford Seed yang saat ini memiliki lebih dari 1.500 anggota dari berbagai negara.
Melalui jaringan tersebut, peserta dapat saling berbagi pengalaman, memperluas relasi bisnis, hingga mengakses peluang pendanaan dan investor global.
Baca Juga: Manchester City Hajar Crystal Palace 3-0, Tekan Arsenal dalam Perburuan Gelar
Selain itu, alumni juga mendapatkan akses lanjutan ke berbagai program Stanford Seed lainnya seperti coaching, konsultasi bisnis, hingga program magang yang melibatkan mahasiswa Stanford University.
Keputusan penerimaan peserta angkatan 2027 dijadwalkan diumumkan pada September 2026 setelah melalui tahapan seleksi administrasi, pengiriman video perkenalan, laporan keuangan, hingga wawancara dengan komite seleksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News