Syahril Sabirin: Berkebun buah di akhir pekan

Senin, 06 Juni 2011 | 10:15 WIB
Syahril Sabirin: Berkebun buah di akhir pekan
ILUSTRASI. Penemu vaksin, Edward Jenner

Reporter: Azis Husaini | Editor: Catur Ari

Lama tak kedengaran, Syahril Sabirin ternyata sibuk mengurus kebun buah-buahan di areal vilanya di daerah Megamendung, Bogor. Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menanam berbagai jenis pohon, seperti mangga dan jeruk.

Syahril menyebut kebun buah-buahannya sebagai rumah pertanian. Di situ ia juga bercocok tanam beberapa tanaman hias. “Luasnya tidak sampai berhektare-hektare, tetapi cukup luaslah,” ujar lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini.

Syahril tidak mengurus kebunnya seorang diri. Ia dibantu warga sekitar. Syahril hanya datang setiap akhir pekan atau hari libur untuk berkebun layaknya seorang pekebun. “Lumayan melelahkan, tapi bikin tubuh jadi sehat,” kata pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, 14 Oktober 1943 ini.

Saat berkebun, penyabet gelar doktor bidang ekonomi moneter dan internasional dari Vanderbilt University, Amerika Serikat, ini selalu mengajak sang istri. Terkadang, anak, menantu, dan cucunya juga ikut serta. Mereka sangat suka, sebab daerahnya yang sejuk dan cocok untuk acara kumpul-kumpul bareng keluarga.

Sayang, Syahril yang pernah dibui dalam kasus cessie Bank Bali tidak mau blak-blakan bicara soal penghasilan yang berhasil ia raup dari menjadi seorang pekebun buah-buahan.

Sebagai bekas orang nomor satu di Kebon Sirih, sebutan bank sentral, Syahril siap berbagi pengalaman dalam sebuah forum seminar, misalnya. “Saya masih mau, kok, kalau diminta bicara mengenai BI,” kata lelaki yang berkarier di BI dari bawah sejak 1969 ini, seraya mengaku juga punya kesibukan mengantar cucunya sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Close [X]