Tips investasi Bernard Arnault sehingga jadi orang terkaya dunia

Senin, 07 Juni 2021 | 05:05 WIB Sumber: Yahoo Finance
Tips investasi Bernard Arnault sehingga jadi orang terkaya dunia

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sebagian besar orang terkaya di dunia saat ini berasal dari Amerika Serikat (AS) seperti Jeff Bezos, Elon Musk, Warren Buffett dan Bill Gates.

Namun nama taipan asal Prancis Bernard Arnault, CEO konglomerat merek mewah Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH), menyalip mereka semua dan menjadi orang terkaya nomor satu di dunia.

Perubahan posisi orang terkaya sejagat ini membuat kaget orang-orang AS. Mereka kemudian bertanya-tanya siapa Arnault?

Nah, mari kita selidiki orang terkaya yang satu ini, dimana namanya belum begitu terkenal dibandingkan nama-nama lawas dari AS sebagai orang terkaya dunia sebelumnya. 

Baca Juga: Kekayaan Bernard Arnault semakin bertambah, Jeff Bezos makin tertinggal

Mengutip Forbes real time billionaires, pada akhir pekan lalu (Jumat 4/6/2021), total kekayaan Arnault sebesar US$ 190,7 miliar atau setara Rp 2.736,73 triliun.

Sementara berada diurutan kedua adalah Jeff Bezos US$ 186,2 miliar atau setara Rp 2.672,15 triliun, Elon Musk US$ 151,0 miliar atau setara Rp 2.167 triliun, Bill Gates US$ 126,8 miliar atau setara Rp 1.819,70 triliun, Mark Zuckerberg US$ 119,7 miliar atau setara Rp 1.717,81 triliun dan Warren Buffett US$ 110,3 miliar atau setara Rp 1.582,91 triliun.

Dengan mengenal Arnault siapa tahu dapat membantu menginspirasi strategi investasi yang unggul di antara kita dengan uang tunai yang sedikit lebih sedikit.

Siapa Bernard Arnault?

Arnault adalah wajah di balik Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH), sebuah kerajaan barang mewah yang tidak hanya mencakup tiga merek ikonik dalam nama perusahaan, tetapi juga rumah mode yang dihormati seperti Christian Dior, Fendi, dan Givenchy.

Dan Januari lalu, perusahaannya mengakuisisi Tiffany & Co. senilai US$ 15,8 miliar.

Baca Juga: Nilai kekayaannya fantastis, ini 10 milenial paling tajir di dunia

Ayahnya, Jean Arnault, membuat kekayaannya dalam bidang konstruksi, dan Arnault muda memulai karirnya bekerja untuk ayahnya, dan akhirnya mengambil alih sebagai presiden perusahaan ayahnya pada tahun 1979.

Lima tahun kemudian, perusahaan itu bernilai US$ 15 juta, Arnault kemudian membeli Boussac Saint-Frères, sebuah perusahaan yang asetnya termasuk Christian Dior. Kemudian, pada 1988, ia bermanuver untuk mengambil saham mayoritas di LVMH.

Pada pertengahan tahun 90-an, nilai LVMH telah berlipat ganda 15 kali lipat dan penjualan serta keuntungan meningkat lima kali lipat.

Editor: Noverius Laoli
Terbaru