Tips mengurangi risiko nongkrong bareng komunitas di saat pandemi

Jumat, 08 Oktober 2021 | 19:05 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Tips mengurangi risiko nongkrong bareng komunitas di saat pandemi

ILUSTRASI. Tips mengurangi risiko nongkrong bareng komunitas di saat pandemi


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Journalist Weekend Rider menggelar acara nongkrong virtual dengan mengusung tema “Tips Mengurangi Risiko ‘Nongkrong’ Bareng Komunitas Saat Pandemi” pada Rabu (6/10). 

Acara yang dihadiri puluhan anggota komunitas yang hobi touring ini menghadirkan Ahmad Sabran, wartawan Warta Kota yang merupakan anggota komunitas Journalist Weekend Rider dan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo.

Acara daring ini diselenggarakan menyambut pelonggaran pembatasan mobilitas yang dilakukan Pemerintah seiring dengan perbaikan situasi pandemi. Situasi yang pandemi yang berangsur pulih ini menjawab dahaga masyarakat akan aktivitas di luar rumah. 

Dalam acara ini, Sabran dan KABAR membahas bagaimana mengurangi risiko yang mungkin muncul ketika beraktivitas di ruang publik. 

Baca Juga: Program tebar hewan kurban dari Kolaborasi KITA diganjar penghargaan Rekor MURI

Menurut Sabran, tentunya ada sejumlah penyesuaian ketika akan kembali nongkrong secara fisik agar mengurangi risiko bahaya yang berpotensi muncul. Sebelum bersiap untuk kembali memanaskan mesin motor dan menggeber motor kesayangan ke warung kopi kesayangan, anggota komunitas layak untuk tahu bagaimana mengurangi risiko saat berkumpul bersama sesama anggota komunitas. 

“Mewakili anggota komunitas, kami menyambut baik pelonggaran pembatasan sosial ini. Karena kami dapat kembali bertatap muka secara langsung. Namun sebelum kembali keluar rumah, kami berkomitmen memberikan edukasi kepada anggota komunitas bagaimana mengurangi risiko ketika nongkrong bersama teman-teman,” ujar Sabran seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (8/10).

Menurut Sabran, setelah pemerintah mulai mengumumkan pelonggaran PPKM, banyak komunitas mulai rutin bertemu secara offline, karena tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian orang nongkrong menjadi bentuk aktualisasi diri, namun harusnya berbeda konsepnya pada masa pandemi.

Selain menerapkan protokol kesehatan, nongkrong bareng juga harus memberikan kenyamanan baik diri sendiri maupun orang lain, salah satu contohnya dengan mengurangi kebiasaan merokok.

Baca Juga: Inilah ikan cupang yang akan tren tahun 2021 menurut pemilik 88 Genetical Farm

“Nyatanya untuk bisa berhenti merokok bukanlah hal yang mudah dilakukan, karena ada ‘rasa nyaman’ yang diberikan oleh nikotin yang ada dalam rokok, untuk menggantikan rasa nyaman tersebut, bisa menggunakan produk tembakau alternatif, yang minim bau, tapi masih mengandung nikotin”, ujar Sabran. 

Editor: Noverius Laoli

Terbaru