Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Tujuh pemain naturalisasi tim nasional Malaysia mendapat penangguhan sementara atas sanksi larangan bermain yang dijatuhkan FIFA, setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) mengabulkan permohonan penangguhan (stay) atas hukuman tersebut.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (Football Association of Malaysia/FAM) pada Selasa (27/1/2026) menyatakan, keputusan CAS membuat skorsing 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola terhadap tujuh pemain tersebut untuk sementara waktu dihentikan, sambil menunggu putusan akhir atas banding yang diajukan.
Baca Juga: Australian Open Bersiap Hadapi Suhu Ekstrem di Melbourne
Sebelumnya, FIFA pada September tahun lalu menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia dan denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar US$ 439.257) kepada FAM.
FIFA menilai terdapat penggunaan dokumen yang dimanipulasi untuk memungkinkan para pemain tampil dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
FAM kemudian mengajukan banding ke CAS setelah FIFA menolak upaya banding internal yang diajukan federasi tersebut.
Selain sanksi, FIFA juga menyatakan akan melakukan penyelidikan formal terhadap operasional internal FAM serta memberi tahu otoritas di lima negara terkait kemungkinan proses pidana.
Tujuh pemain yang mendapat penangguhan sanksi dari CAS tersebut adalah Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Héctor Hevel.
Baca Juga: Kode Redeem FF X Jujutsu Kaisen Berburu Item Kutukan Masih Bisa Dipakai? Cek Infonya
“Keputusan ini berarti hukuman larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA terhadap tujuh pemain tersebut ditangguhkan sementara. Mereka diizinkan untuk melanjutkan karier dan berpartisipasi dalam seluruh aktivitas sepak bola hingga putusan akhir banding di CAS dikeluarkan,” ujar FAM dalam pernyataan di akun Facebook resminya.
Dampak dari skandal dugaan pemalsuan dokumen tersebut, FIFA sebelumnya juga membatalkan hasil tiga pertandingan yang melibatkan Malaysia, setelah memutuskan bahwa negara tersebut menurunkan pemain yang dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Kasus ini memicu kritik luas di Malaysia. Sejumlah penggemar dan anggota parlemen mendesak agar tindakan tegas diambil terhadap FAM serta lembaga pemerintah yang terlibat dalam proses pemberian kewarganegaraan kepada para pemain tersebut.
Baca Juga: Brasil Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sebelumnya menyatakan komitmennya untuk menjamin transparansi dalam penyelidikan domestik terkait dugaan pemalsuan dokumen.
Namun, ia menegaskan bahwa FAM tetap harus diberi ruang untuk membela diri melalui jalur hukum.
Selanjutnya: Kurs Dolar AS Sentuh Rp16.862: Cek Kurs Transaksi BI Hari Ini Selasa (27/1)
Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 27 Januari 2026 Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
