Edukasi

Wasiat Luhut Binsar Pandjaitan ke putra-putrinya untuk kegiatan pendidikan dan sosial

Rabu, 02 Juni 2021 | 17:55 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Wasiat Luhut Binsar Pandjaitan ke putra-putrinya untuk kegiatan pendidikan dan sosial

ILUSTRASI. Luhut Binsar Pandjaitan bersama dengan sang istri Devi Simatupang saat memperingati ulang tahun Yayasan Del ke 20 di Jakarta, Senin 31 Mei 2021. Foto KONTAN/Syamsul Ashar


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di umur ke 73 tahun, Luhut Binsar Pandjaitan mulai menyampaikan wasiat kepada putra-putrinya jika kelak ia dan istrinya Devi Simatupang telah tiada.

Wasiat Luhut Binsar Pandjaitan ini dia sampaikan saat ia memperingati perjalanan 20 tahun Yayasan Del, yakni yayasan di bidang pendidikan dan kegiatan sosial, yang ia dirikan bersama sang istri Devi Simatupang sejak tahun 2001 silam.

Pasangan Luhut Binsar Pandjaitan dan Devi Simatupang, memiliki lima anak yakni Paulina Pandjaitan, David Pandjaitan, Paulus Panjaitan dan Kerri Pandjaitan.

Wasiat Luhut Binsar Pandjaitan berkaitan dengan apa yang akan dia tinggalkan kelak di bidang pendidikan, tetap diperhatikan oleh putra-putrinya.

"Anak kami ada empat, tapi saya mengklaim anak kami saat ini ada lima, termasuk Yayasan Del ini. Kami memberikan treat sama bagi kelima anak kami. Kalau kami checkout suatu ketika (meninggal dunia), apa yang kami punya harus dibagi lima (termasuk untuk Yayasan Del)," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin periode 2019–2024 ini menceritakan saat ini SMA Unggul Del hampir tidak diberikan disubsidi lagi. Yang masih harus mendapatlan subsidi beberapa miliar rupiah adalah Politeknik IT Del 

"Sebelumnya kami memberikan subsidi untuk membangun infrastrukturnya, karena tidak ada bantuan pemerintah," kata pria kelahiran 28 September 73 tahun silam ini. 

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan kalau infrastruktur sekolah yang ia bangun harus bagus bagus, fasilitas bagus, guru-gurunya bagus, kurikulu yang diajarkan juga bagus, sehingga membutuhkan biaya operasional yang tidak sendikit.

Padahal di sisi lain perguruan yang dikelola Yayasan Del kebanyakan adalah anak-anak kurang mampu yang harus mendapatkan disubsidi. 

"Setiap kami ada untung di perusahaan deviden akan dibagi untuk yayasan ini. Mungkin nanti 2023 sudah bisa jalan sendiri tanpa subsidi," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut Binsar Pandjaitan juga mengimbau agar para pengusaha dan konglomerat atau orang yang berkecukupan di Indonesia juga melakukan hal yang sama di wilayah mereka masing-masing

Tujuannya agar mereka bisa melakukan hal kongrit bagi masyarakat sekitar. "Jangan cuma kasih duit terus ditinggal, tapi harus diperhatikan dengan hati dan care. Saya karena dikerjakan oleh istri dan anak-anak dengan passion," kata Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut juga meminta agar setiap memberikan bantuan jangan pernah melihat perbedaan. Sebab saat ini banyak masyarakat dari lintas suku dan lintas agama yang masih susah dan perlu ditolong. 

"Jangan cepat buruk sangka, mungkin kami tak perlu menyampaikan perihal kegiatan sosial begini, tapi memang kata istri saya perlu juga disampaikan ke masyarakat," katanya.

Bagi Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai prajurit professionel dirinya tidak mau aneh-aneh di akhir masa hidupnya. 

Bagi Luhut jabatan tertinggi sebagai manusia sudah dia capai. "Saya sudah semua, sekarang Tuhan yang punya mau dan menentukan," katanya.

Sekarang ini ia dan keluarga ingin memberikan perhatian hidupnya bagi pendidikan bersama Yayasan Del. Sebab kalau masyarakat pintar, tapi tanpa hati maka tidak akan ada harganya.

"Pintar tapi kalau tidak punya kearifan tidak ada gunanya, pintar tapi ber-Tuhan tidak ada gunanya. Ini pesan kepada pemimpin atau orang yang mengaku memimpin. Mari, ayo kita bekerja dengan hati!" kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya blak-blakan soal aktivitas yayasan keluarganya di bidang pendidikan.

Sebab tanpa banyak orang tahu, ternyata Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menjabat sebagai orang kepercayaan Presiden Joko Widodo di kabinet ini telah berkecimpung dengan yayasan pendidikan sejak 20 tahun terakhir.

Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan ketertarikan dirinya di bidang pendidikan bermula saat 1999 ia mendapatkan tugas dari Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie untuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura. 

Pada saat itu, di negara tetangga tersebut Luhut Binsar Pandjaitan melihat Singapura sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur membuat underground dan tunel-tunel. 

Nah dibalik pesatnya pembangunan itu, Luhut Binsar Pandjaitan melihat negara Singapura mengembangkan pendidikan dengan cara mendirikan politeknik. 

Saat itulah Luhut Binsar Pandjaitan mulai terpikir untuk mendirikan sekolah politeknik untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja ahli di bidang infrastruktur ini.

"Saat itulah Yayasan Del terbentuk karena saat mau bikin politeknik ternyata harus punya Yayasan," cerita Luhut Binsar Pandjaitan kepada beberapa wartawan didampingi sang istri Devi Simatupang, Senin (31/5) di kantor Yayasan Del yang ada di Gedung Sopo Del Office Tower, bilangan Mega Kuningan Jakarta.

Pada saat pendirian politeknik inilah Luhut Binsar Pandjaitan ingin agar lembaga pendidikan yang ia rintis bisa fokus ada dua bidang utama yakni Teknologi Informasi dan bio teknologi

"Saya melihat Singapura memiliki keahlian dengan berbagai rekayasa, dan sekarang perkembangan dunia ada di dua hal ini, teknologi informasi dan bio teknologi. Korea Selatan juga berkembang Bio Tech di bidang kesehatan, pertanian mereka sangat berkembang," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Asal Mula Yayasan Del

Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan asal usulnya nama Del bermula dari pemikiran anak-anak mereka yang bersekolah di Amerika Serikat. 

Del berarti satu langkah di depan, one step ahead. Del diambil dari bahasa Ibrani yang ada di kitab suci. 

"Tapi saat saya ke Israel saya tanya apa arti Del enggak ada bahasa itu," kata Luhut Binsar Pandjaitan sambil terkekeh.

Namun belakangan nama Yaysan Del ini diplesetkan menjadi singkatan dari pasangan Devi - Luhut (Del) dengan mengusung spirit one step ahead.

"Kami tidak bisa bilang telah merancang semua ini, tapi ini kehendak Tuhan. Ini pekerjaan istri saya dan anak-anak. Kita ber-Tuhan dan harus berhati, dan bijaksana, harus ada kearifan dalam melaksanakan ini, ini dari al kitab tapi universal, kita harus punya kearifan," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada kesempatan itu Devi Simatupang, istri Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, keinginan untuk bergerak di bidang sosial terutama pendidikan karana ia melihat kondisi bangsa Indonesia di bidang pendidikan belum merata di seluruh tanah air, 

"Saya sedih di daerah terpencil belum mendapatkan pendidikan layak. Di kampung kami pendidikan belum baik, banyak anak-anak yang belum bisa mendapat pendidikan yang baik," katanya.

Melihat kenyataan itulah Devi terpikir agar bagaimana anak-anak tersebut agar bisa pergi ke sekolah berkualitas. 

"Pendidikan tidak hanya anak-anak, juga dengan ibu-ibu mereka semua butuh pendidikan, masih ada ibu-ibu yang melahirkan tujuh anak," katanya.

Menurut Devi, dengan kegiatan di bidang pendidikan inilah, Luhut Binsar Pandjaitan yang selama ini  terkesan kereng, angker dan tegas, memiliki sisi humanis

"Di Yayasan Del ini menjadi bidang lain dari Luhut Binsar Pandjaitan dari luar pemerintahan," katanya.

Dengan Yayasan Del ini merupakan hal yang membanggakan bagi keluarga, karena bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Saat tuhan memberikan kecukupan kenapa kami tidak memberikan kepada orang lain. Anak-anak kami dan mantu-mantu kami juga turut membesarkan Yayasan Del ini," terang Devi yang selain menjadi pendiri hingga saat ini juga masih aktif sebagai pembina Yayasan Del.

Devi menceritakan, bagi sebagian besar keluarga Batak, anak harus bersekolah tinggi meskipun orang tuanya tidak memakai harta mahal.

Saat itu tolok ukur pendidikan yang tinggi ada di Eropa. "Jadi otak harus Eropa jiwa tetap Batak keutamaan pendidikan ini sebagai heritage, dan akan kami teruskan kepada anak-anak agar mereka punya pemikiran bahwa pendidikan untuk anak anak dan orang lain sangat perlu.

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar
Terbaru