Di Bintaro Jaya Sektor IX ada taman jajan baru yang sudah lama terkenal. Tempat ini memang reinkarnasi taman jajan Bintaro yang sudah lebih dulu ada. Setelah berbenah, taman jajan ini lebih asyik dengan sajian yang semakin beragam.
Ada yang berbeda saat melewati Sektor IX Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Persis di belakang restoran cepat saji McDonald’s di kompleks ruko di Sektor IX, ada taman jajan yang menyediakan aneka kudapan.
Tak ada hari sepi di kawasan seluas dua hektare itu. Bahkan, saat KONTAN mengunjungi taman jajan itu, perumahan elite ini sedang terkena giliran pemadaman listrik. Namun, itu tidak menyurutkan niat para pecinta kuliner untuk bersantap malam di taman jajan. Mereka mencari berbagai menu favorit yang dijual oleh 91 kedai.
Tempat makan ini menyediakan aneka menu komplet. Ada makanan tradisional seperti soto lamongan atau nasi kebuli, ada pula menu mancanegara semisal shabu-shabu dan steik. Sejatinya, bagi warga Bintaro, taman jajan ini bukan tempat baru.
Dulu, di kawasan ini memang banyak warung tenda, tapi semrawut. Itulah yang menjadikan Jaya Real Property, pengembang Bintaro Jaya, membenahi area itu. Nah, bagusnya, developer ini tidak hendak mengusir warung-warung tenda yang sudah berdagang di sini sejak 1995. Sebagai pengelola taman jajan, Jaya Real menunjuk PT Indo Arcline yang kemudian memberi nama taman jajan ini Bintaro 9 Walk (B9W). Jadilah tempat makan ini beroperasi pada Juni lalu.
Indo Arcline menawarkan konsep tempat makan yang nyaman di alam terbuka. Karena itu pula, desain kawasan kedai di sini tetap berdiri di bangunan permanen tertutup atap, namun tanpa sekat antara kedai satu dan lainnya.
Rezeki pedagang lama
Dengan desain ruang seperti itu, pengunjung bisa leluasa memilih tempat. Bahkan, yang datang bersama keluarga bisa menikmati aneka ragam hidangan tanpa perlu duduk di tempat yang terpisah. Perubahan konsep ini rupanya manjur mengundang minat pengunjung.
Alhasil, tempat anyar ini tak pernah sepi. Hitungan Direktur Indo Arcline Hari M. Hartono, rata-rata 4.000 pengunjung datang ke tempat ini saban hari. Oh, ya, Bintaro 9 Walk ini buka mulai jam 07.00 pagi, hingga 01.00 dini hari. Dengan konsep yang baru dan wilayah yang lebih luas, pedagang yang berjualan juga bertambah.
“Ada pedagang lama yang sudah terkenal, ada pula pedagang baru yang berminat karena melihat tempat ini ramai,” ungkap Hari. Beberapa wajah lama itu antara lain Bakso Bakwan Malang Oke. Kedai ini sudah lama punya pelanggan setia, yang tetap mau datang walau tempatnya berubah.
Toh, tempat boleh berubah, harga semangkuk bakso tetap Rp 8.000. Semangkuk Bakwan Oke berisi enam biji bakso. Tapi konsumen bisa memilih: bakso urat, bakso halus, pangsit goreng, pangsit rebus, tahu putih, atau tahu goreng. Dodok, si empunya Bakso Oke, mengungkapkan sehari ia bisa menjual 300 mangkuk. Padahal, warung ini baru buka pukul 15.00 WIB hingga tengah malam.
“Kami juga menyediakan es campur,” tuturnya. Selain Bakso Oke, pemain lama lainnya adalah Seafood Alibaba. Menu andalan kedai beromzet Rp 2,5 juta per hari ini adalah kepiting saus tiram. Hmm..., mendengar nama masakan ini saja, sontak air liur langsung menetes. Bagi para pecinta seafood sejati, dijamin tidak akan cukup menyantap seporsi kepiting ala Seafood Alibaba.
Rasanya sangat mantap. Rasa gurih, asin, dan manis benar-benar kompak berpadu di lidah. Harganya juga murah meriah: Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per porsi. Imam Fathoni, pemilik Seafood Alibaba, sengaja meracik bumbu supaya bisa meresap hingga menembus cangkang kepiting.
Caranya, dia memecah kepiting itu menjadi beberapa bagian. Dengan begitu, saat dimasak, bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, serai, jahe, kunyit, ketumbar, dan lada itu bisa langsung meresap ke dalam daging kepiting. Kedai lain yang sudah punya nama di sini adalah Pattaya.
Kedai ini menyediakan kuliner Jepang seperti shabu-shabu dan yakiniku. Ada pula Nasi Uduk Pak John yang menawarkan paket komplet nasi uduk, lauk ayam, dan lalapan sambal seharga Rp 13.500 per porsi. Di tempat jajan ini juga berjejal pedagang baru. Soal rasa, menu penjaja baru boleh diadu dengan sajian para pendahulu. Salah satunya adalah Kedai Iga Bintaro.
Kedai ini spesialis menyediakan berbagai macam menu dari iga. Mulai dari iga bakar, sop iga, asem-asem iga, nasi goreng iga, hingga iga goreng. Harganya pun bersaing, hanya Rp 20.000-an per porsi. Kedai ini layak dicoba karena memang tak pernah sepi. Menurut Yoga, si pemilik kedai iga, dalam sehari ia bisa menghabiskan 20 kilogram iga sapi. “Ini berkat pedagang lama yang sudah memiliki pelanggan tetap sehingga pedagang baru juga bisa kecipratan rezeki,” tutur Yoga merendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News