HOME | Tokoh |

BANK

Cita-cita bos BCA ingin jadi dokter gigi

oleh : Nina Dwiantika | Rabu, 15 Maret 2017 | 16:16 WIB

Cita-cita bos BCA ingin jadi dokter gigi

JAKARTA. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja sebagai seorang bankir senior memiliki cita-cita terpendam ketika remaja. Ia bercerita bahwa dirinya pernah memiliki cita-cita menjadi dokter gigi saat masih remaja. Namun, niat baik itu tak direstui oleh ayahnya dengan alasan kuliah kedokteran gigi itu sulit dan mahal biayanya.

Pada acara Membaca dari Generasi ke Generasi Rabu (15/3), Jahja menuturkan kemudian ia mencari alternatif dengan memilih kuliah dibidang teknik. Rupanya, keinginan itu juga tak direstui karena biaya sekolah teknik mahal.

Akhirnya, Jahja memilih kuliah yang paling murah dengan ikut ujian di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI). Dengan modal biaya kuliah yang tipis, ia hanya memilih perguruan tinggi negeri meskipun ada beberapa perguruan tinggi swasta yang juga menawarkan Fakultas Ekonomi.

“Dengan uang Rp 60.000 saya sudah bisa bersekolah dan diterima di FE UI,” ungkapnya. Jahja merasa berat ketika kuliah di Fakultas Ekonomi, karena ia paling benci pelajaran tata buku dan ia tak paham itu debit dan kredit. Namun, lama kelamaan, Jahja menikmati masa pendidikannya di ekonomi yang menyenangkan karena bermain logika.

“Tidak hanya belajar, tapi dengan logika berpikir itu akan membuat kita berhasil,” terangnya. Dengan niat dan kemauan belajar tersebut, Jahja telah berhasil menjadi seorang bankir senior dengan banyak pengalaman.

Tak hanya itu, masa-masa kuliah bos nomor 1 di BCA ini juga seperti remaja lainnya. Jahja mengaku, pernah jalan kaki dan naik bis ketika menuntut ilmu. Yang paling menggelikan adalah ia juga ikut merasakan mencium bau ketiak penumpanh lain ketika sedang naik angkutan umum. Ini menjadi kisah tersendiri ketika masih remaja.

Kini Jahja telah menjadi bankir senior yang sukses memimpin bank swasta papan atas. Dalam berbagai pengalamannya, pria kelahiran 14 September 1955 ini sering menjadi pembicara di kampus-kampus untuk menyemangati anak-anak muda untuk terus belajar dan rajin membaca. “Kita harus menggiatkan membaca, minat membaca, dan membaca bacaan yang bermutu,” terangnya.