HOME | Tokoh |

INVESTOR SAHAM

Lo Kheng Hong dan mobil Porsche

oleh : Herry Prasetyo | Jumat, 24 Maret 2017 | 07:30 WIB

Lo Kheng Hong dan mobil Porsche

JAKARTA. Di sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan analis dan pelaku pasar saham, Lo Kheng Hong mengunggah sebuah foto pada Sabtu, tiga pekan lalu. Di foto itu, investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia itu tampak tengah mengendarai sebuah mobil mewah. “Cobain mobil Porsche, ah,” tulis Lo di grup bernama Pooling Saham Analis itu.

Orang yang sekadar tahu sosok investor kawakan tersebut bisa jadi heboh. Boleh jadi, orang mengira Lo baru saja membeli sebuah Porsche setelah meraup cuan dari investasi saham. Namun, tebakan  tersebut salah. Ternyata, mobil Porsche di foto tersebut bukan milik Lo. Pria yang akrab disapa LKH itu hanya mencoba mobil milik temannya. Kebetulan, temannya baru saja memperoleh keuntungan dari investasi saham lalu membeli mobil baru.

Nah, setelah menjajal, apakah LKH tertarik membeli mobil yang sama? Lo bilang, dirinya termasuk orang yang anti membeli mobil mahal. Alasannya, saying jika uang hanya digunakan untuk membeli mobil mahal. Sebab, harga mobil akan terus turun sehingga bikin rugi. Enggak cuma itu, Lo juga takut dirampok di jalan jika menunggangi mobil mahal.

Hingga saat ini LKH masih mempertahankan mobil Volvo S80 keluaran tahun 2005. Tiga tahun lalu, ia membelinya seharga Rp 120 juta. Andai harganya terus turun, Lo bilang, tidak akan terasa. “Karena beli bekas dan harganya juga sudah murah,” ujar Lo.

Pria yang 20 Februari lalu genap berusia 58 tahun itu memilih menggunakan hampir seluruh keuntungan investasi saham untuk membeli saham lagi. Ia memilih saham yang salah harga. Yakni, saham yang harga pasarnya jauh di bawah nilai intrinsik perusahaan. Nah, saat harga saham naik, harta LKH pun ikut bertambah.

Selain untuk membeli saham, LKH menggunakan sebagian keuntungan investasi saham untuk membeli property. Dari hasil investasi saham, ia memiliki beberapa property seperti apartemen di pinggir laut, villa di kawasan Puncak, Bogor, dan rumah di Bandung.

Namun, semua property tersebut tidak ditujukan untuk investasi. Ia membelinya memang untuk tempat tinggal. Kalau urusan investasi, LKH pastilah memilih saham dibandingkan instrumen lainnya. Alasannya, saham memberikan return yang tinggi. “Saham is the best choice,” ujar Lo dengan penuh keyakinan.