kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.573
  • EMAS593.896 0,51%

SDM topang pertumbuhan ekonomi kreatif

Selasa, 27 Februari 2018 / 18:56 WIB

SDM topang pertumbuhan ekonomi kreatif
Talkshow Data Statistik Tenaga Kerja oleh Bekraf dan BPS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Ekonomi Kreatif akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi kreatif. Hal ini dilakukan untuk mendukung harapan ekonomi kreatif untuk menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Joseph Pesik menuturkan aset utama industri kreatif adalah manusia yang memproduksi gagasan atau ide kreatif yang mampu mengembangkan industri kreatif. "Dilihat dari aspek makro, sesungguhnya diperlukan peningkatan kualitas SDM. Kita bisa banyak lakukan sertifikasi yang dibutuhkan tetapi ini dilihat bukan dari konteks pendapatan tetapi kesempatan berkembang di pasar global," ujar Ricky di Sarinah, Jakarta, Selasa (27/2).

Bicara soal sertifikasi dan akreditasi, Bekraf terus mengupayakan untuk semua lini pelaku industri kreatif setara dengan pelaku ekraf negara lain. "Agar kedepan pelaku ekraf bisa kolaborasi dengan internasional," tambah Ricky.

Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sairi Hasbullah menyebut sumbangsih pekerja ekonomi kreatif tahun 2015 tercatat 15,96 juta jiwa. Sedangkan tahun 2016 meningkat menjadi 16,91 juta jiwa. "Dari tahun 2015 ke 2016 meningkat 14,28%. Dan penduduk yang bekerja di sektor ekonomi kreatif rata-rata tumbuh 4,69% per tahunnya," jelasnya.

Sairi menambahkan jumlah pekerja ekonomi kreatif didominasi di bidang kuliner, fesyen dan kriya. Namun dari catatan BPS, yang paling tinggi dan utama adalah kuliner diikuti kriya lalu fesyen. Hanya saja, yang menjadi perhatian Sairi, secara rata-rata pekerja di industri kreatif sistem pengupahannya masih di bawah rata-rata.

Secara nasional pekerja diberi upah minimum regional Rp 2,6 juta. Sementara untuk pekerja industri kreatif masih di bawah atau sekitar Rp 2,1 juta pada tahun 2016. "Hal ini karena masih banyak sekali pekerja di tiga subsektor unggulan yang disebutkan itu menerapkan sistem tradisional. Seperti warung makan, kerajinan rumah tangga yang dibanding pekerja pabrik, pekerja industri manufaktur, arsitek mendapat upah layak," ungkap Sairi.


Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Herlina Kartika

INDUSTRI KREATIF

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.1422 || diagnostic_web = 0.5897

Close [X]
×