HOME | Tokoh |

TOKOH

Tak hanya Jokowi, Mensos juga ikut nge-Vlog

oleh : Adi Wikanto | Kamis, 20 April 2017 | 11:45 WIB

Tak hanya Jokowi, Mensos juga ikut nge-Vlog

JAKARTA. Presiden Joko Widodo gemar membagikan kegiatan sehari-hari atau acara tertentu dengan Video Blog atau Vlog. Tak ingin ketinggalan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengikuti jejak tersebut.

Vlog menjadi pilihan Khofifah untuk membagikan aktivitas dan cerita ke netizen, khususnya tentang kesehariannya sebagai Mensos. Video pertama yang diunggah di Youtube oleh Khofifah berjudul KhofifahVLOG #1 Menengok Korban Tanah Longsor di Aceh Tenggara.

Vlog tersebut diunggah pada Rabu (19/4/2017) pukul 19.00 WIB. Ia menyampaikan kondisi Kabupaten Aceh Tenggara yang tengah mengalami bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang memporak-porandakan ratusan rumah warga.

"Ada banjir bandang di Aceh Tenggara, ada rumah yang sedang teridentifikasi rusak berat, ada korban meninggal. Kita semua berduka atas musibah yang terjadi karena longsor, karena banjir bandang. Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan, kekuatan terutama keluarga yang ditinggalkan," kata Khofifah yang saat itu baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Ia nampak mengenakan kemeja putih. Setelah itu, dalam video tersebut, terlihat Khofifah bergegas menuju pesawat Garuda Indonesia yang mengantarnya menuju Bandara Kualanamu Medan.

Sesampainya di Medan, Khofifah dan rombongan berganti pesawat Susi Air berkapasitas 12 tempat duduk menuju Aceh Tenggara. "Kita mau naik Susi Air, mudah-mudahan semua perjalanan lancar dan sukses semua," kata Khofifah.

Sesampainya di lokasi, Khofifah langsung menuju dapur umum lapangan yang dibangun Kementerian Sosial. Ia kemudian menyapa ratusan pengungsi yang mayoritas adalah kaum perempuan.

"Ibu-ibu saya berharap bahwa kesabaran demi kesabaran, kekuatan demi kekuatan nanti Allah yang akan membalas dengan limpahan rezeki, dengan limpahan keberkahan," kata Khofifah.

Ucapannya tersebut langsung disambut teriakan "Amin" dari para pengungsi. Dalam video berdurasi 08.29 menit tersebut tergambar kerusakan yang diakibatkan banjir bandang yang membawa material berupa batu besar dan batang pohon berukuran raksasa.

Sekitar 1.210 orang atau 302 kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Sedikitnya 303 rumah mengalami rusak berat, 178 rumah hanyut, dan dua orang warga setempat dilaporkan meninggal dunia.

"Saya akan monitor, karena bapak Presiden kalau tanya detail sekali. Jadi, tadi saya minta tolong foto dilengkapi, saya minta tolong berapa rumah yang katanya tertimbun dan kemudian hanyut. Tidak usah kecil hati, Pemerintah punya anggaran yang disiapkan," ujar Khofifah di depan pengungsi.

Pada kolom deskripsi video tersebut, tertulis harapan agar bencana yang melanda Indonesia semakin menguatkan rasa persaudaraan dan persatuan di antara seluruh anak bangsa.

(Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Sumber Kompas.com