Anak tak bisa mengendalikan amarah? Terapkan 5 cara ini untuk membantu

Selasa, 09 November 2021 | 13:00 WIB   Reporter: Ana Risma
Anak tak bisa mengendalikan amarah? Terapkan 5 cara ini untuk membantu

KONTAN.CO.ID - Marah merupakan sinyal emosi yang biasanya memobilisasi respons terhadap bahaya. Tak sekadar itu, marah juga merupakan bentuk ekspresi diri dan terkadang menjadi cara yang digunakan oleh anak untuk menyatakan kemandirian. Marah pada anak dapat dipicu oleh banyak hal dan tak jarang berakhir menjadi perilaku agresif.

Supaya anak Anda dapat mengendalikan kemarahannya dengan baik, maka anger management perlu diajarkan kepada mereka sedini mungkin. Melansir Hello Sehat, anger management adalah belajar mengenali tanda-tanda pada diri saat marah dan mengambil tindakan yang sehat dalam meluapkan kemarahan. Secara sederhana, anger management adalah mengendalikan rasa marah, bukan mencegah atau menahan rasa marah.

Selain menjadi role model, Anda juga bisa mengajarkan 5 strategi anger management di bawah ini kepada anak-anak Anda mulai dari sekarang. Yuk, simak penjelasannya yang sudah MomsMoney rangkum dari Scholastic.

Baca Juga: Ini manfaat air lemon untuk kesehatan penderita diabetes

1. Menghentikan kemarahan

Ketika anak Anda sedang merasa di luar kendali, maka arahkan mereka untuk memisahkan diri dari orang yang ingin mereka sakiti. Intinya, anak harus meninggalkan ruangan sejenak ketika mereka sedang sangat marah.

Jika kebetulan Anda sedang berada di sekitar anak, hentikanlah kemarahan anak pada saat itu juga dan coba pisahkan mereka dari orang-orang yang telah membuatnya marah.

2. Menenangkan diri

Ajarkanlah anak Anda untuk menggunakan beberapa strategi menenangkan diri ketika mereka mulai merasakan tanda-tanda kemarahan.

Anda dapat mengajarkan anak untuk mencoba mengambil napas dalam-dalam, minum segelas air, mengalihkan perhatian dengan mendengarkan lagu dan membaca buku cerita, atau bermain sendiri ketika sedang marah.

3. Berpikir sebelum bertindak

Mendorong anak untuk bertanya pada dirinya sendiri sebelum melakukan tindakan apapun berguna untuk mengontrol perilakunya terutama ketika mereka sedang marah.

Jelaskanlah kepada anak bahwa balas dendam merupakan pikiran dan tindakan yang tidak layak untuk dilakukan. Supaya anak dapat memahaminya dengan baik, pastikan Anda memberikan penjelasan yang sederhana beserta contohnya yang konkret dan masuk akal.

4. Pertimbangkan perasaan orang lain

Anak-anak bisa mulai menunjukkan empatinya sejak usia 3 tahun. Kendati demikian, mereka tetap membutuhkan bantuan Anda sebagai orang tua.

Cobalah untuk membantu anak Anda supaya mampu memahami sudut pandang orang lain. Ingatkan kepada anak bahwa mereka harus menghargai perasaan orang lain jika mereka ingin dihargai. Ingatkan juga bahwa anak akan diperlakukan dengan baik jika mereka mau memperlakukan orang lain dengan baik terlebih dahulu.

5. Cari solusi yang efektif

Alih-alih anak hanya marah dan membenci, bantulah anak untuk bisa menemukan kompromi yang bisa disetujui oleh mereka dan orang yang berselisih dengan mereka.

Dorong anak untuk tidak ragu meminta maaf ketika mereka salah. Selain itu, ajarkan juga kepada anak untuk bisa memaafkan orang lain. Terakhir, Anda bisa melatih anak Anda untuk menjadi seorang problem solver supaya mereka dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik tanpa terus-menerus larut dalam kemarahan.

 

 

Selanjutnya: Ketahui Dampak Hukum Tindakan Pencemaran Nama Baik Saat Penggunaan Media Digital

Editor: Ana Risma
Terbaru