Argentina Bidik Gelar Piala Dunia Beruntun, Messi Berpeluang Ukir Sejarah Terakhir

Selasa, 02 Juni 2026 | 17:22 WIB
Argentina Bidik Gelar Piala Dunia Beruntun, Messi Berpeluang Ukir Sejarah Terakhir

ILUSTRASI. Timnas Argentina (Dok./AFASeleccionEN)

Sumber: Reuters  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Timnas Argentina mengusung ambisi besar pada Piala Dunia 2026.

Setelah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, La Albiceleste kini bertekad mempertahankan gelar dan menjadi tim pertama yang mampu meraih dua gelar Piala Dunia secara beruntun sejak Brasil melakukannya pada 1962.

Baca Juga: Penjelasan Knights of God di Anime One PIece dan Kemunculannya di Elbaph

Melansir Reuters Selasa (2/6/2026), di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni, Argentina masih mempertahankan sebagian besar skuad yang membawa mereka meraih gelar dunia di Qatar.

Tim ini juga sukses mempertahankan gelar Copa America pada 2024 dan tampil dominan dengan menjadi pemuncak klasemen kualifikasi zona Amerika Selatan.

Meski demikian, persiapan Argentina menuju turnamen tidak berjalan sepenuhnya ideal. Sejak Piala Dunia Qatar, mereka belum menghadapi lawan dari Eropa.

Rencana laga Finalissima melawan juara Eropa, Spanyol, batal terlaksana akibat konflik geopolitik yang melibatkan Iran.

Sebagai gantinya, Argentina hanya menjalani pertandingan melawan tim-tim seperti Mauritania dan Zambia.

Baca Juga: Kode Redeem Build a Ring Terbaru Juni 2026, Dapatkan Seed Gratis dan Item Lainnya!

Selain itu, usia sang kapten, Lionel Messi, yang akan menginjak 39 tahun bulan ini turut menjadi perhatian.

Meski masih memiliki kemampuan menentukan jalannya pertandingan dan berperan sebagai pemimpin di ruang ganti, Messi tidak lagi memiliki kecepatan dan stamina seperti saat berada di puncak kariernya.

Argentina juga masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah di sektor pertahanan.

Pada Piala Dunia 2022, termasuk saat bermain imbang 3-3 melawan Prancis di partai final sebelum menang melalui adu penalti, lini belakang Argentina beberapa kali menunjukkan kerentanan yang dapat dimanfaatkan lawan.

Negara-negara unggulan lain seperti Spanyol, Prancis, dan Brasil diperkirakan akan menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar.

Baca Juga: Kode Redeem Anime Story 2 Terbaru Juni 2026 lengkap Panduan Klaim di Roblox

Jika berhasil mempertahankan trofi, Argentina akan menjadi negara ketiga yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun setelah Italia pada 1934 dan 1938 serta Brasil pada 1958 dan 1962.

Lebih istimewa lagi, pencapaian tersebut akan menjadi yang pertama dilakukan di luar kawasan Amerika Selatan.

Pada fase grup Piala Dunia 2026, Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Secara teori, grup tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi sang juara bertahan.

Di lini depan, Argentina masih mengandalkan ketajaman Lautaro Martinez dan Julian Alvarez. Sementara di lini tengah, Messi akan tetap menjadi pusat kreativitas permainan apabila berada dalam kondisi fit.

Baca Juga: Kode Redeem Sailor Piece Juni 2026: Klaim Item Gratis Berlimpah Sekarang!

Dukungan juga datang dari gelandang-gelandang berpengalaman seperti Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, serta Enzo Fernandez.

Di bawah mistar gawang, Argentina masih memiliki Emiliano Martinez, yang dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia.

Ia akan didukung barisan bek berpengalaman seperti Cristian Romero, Nicolas Otamendi, Lisandro Martinez, dan Nahuel Molina.

Meski sempat mendapat kritik karena minim menghadapi lawan-lawan elite dalam beberapa tahun terakhir, Scaloni tetap tenang.

Rekam jejaknya bersama Argentina berbicara banyak, dengan koleksi satu gelar Piala Dunia, dua trofi Copa America, dan satu gelar Finalissima.

Baca Juga: Daftar Kode Redeem Anime Vanguards Juni 2026 Terbaru: Klaim Item Gratis Sekarang!

Pesan Scaloni kepada para pemainnya pun sederhana namun tegas: keberhasilan di Qatar sudah menjadi bagian dari masa lalu.

“Piala Dunia yang kami menangkan sudah berlalu,” ujarnya.

Kini, Argentina berusaha membuktikan bahwa keberhasilan empat tahun lalu bukanlah puncak perjalanan, melainkan awal dari era dominasi baru di panggung sepak bola dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

Terbaru