KONTAN.CO.ID - Arsenal akan mengandalkan kekuatan lini pertahanan dan keseimbangan permainan tim saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions, Sabtu (30/5/202).
Setelah sukses mengakhiri penantian gelar Liga Inggris selama 22 tahun, Arsenal kini memburu trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub sekaligus membuktikan diri sebagai bagian dari elite sepak bola Eropa.
Baca Juga: Apakah Pertandingan Playoff MPL ID S17 Minggu ini? Cek Jadwal dan Info Lainnya
Namun tantangan besar menanti skuad asuhan Mikel Arteta di Budapest.
PSG tampil impresif sepanjang musim dengan kombinasi permainan atraktif, kecerdasan taktik, dan intensitas tinggi di bawah pelatih Luis Enrique.
Meski demikian, Arteta yakin fondasi tim yang dibangunnya mampu menjadi penyeimbang bagi kekuatan PSG.
Di bawah mistar, kiper David Raya menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan Arsenal ke final.
Kiper asal Spanyol itu mencatatkan sembilan clean sheet selama Arsenal menjalani 14 pertandingan tanpa kekalahan menuju partai puncak.
Baca Juga: Tensura Season 4 Episode 80 Sub Indo Tayang Jam Berapa? Cek Jadwal Rilis dan Sinopsis
Arteta mengakui keputusannya merekrut Raya tiga tahun lalu sempat menuai kritik, tetapi kini dianggap sebagai salah satu keputusan penting yang membantu Arsenal kembali berjaya.
Di lini belakang, duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes menjadi kekuatan utama Arsenal.
Saliba dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan membangun serangan dari belakang, sementara Gabriel tampil agresif dan kerap mencetak gol penting, terutama melalui situasi sepak pojok.
Gabriel kembali menunjukkan perannya saat menggagalkan peluang emas Giuliano Simeone pada semifinal melawan Atletico Madrid.
“Dalam pertandingan besar, seseorang harus menghadirkan momen magis, dan Gabriel kembali melakukannya,” kata Arteta.
Di lini tengah, Arsenal akan sangat bergantung pada Declan Rice untuk meredam agresivitas PSG.
Baca Juga: Update Kode Redeem Genshin Impact Hari ini 29 Mei 2026, Primogem Gratis Menanti!
Gelandang yang dijuluki “the horse” karena daya jelajahnya itu menjadi motor permainan Arsenal lewat kemampuan bertahan, distribusi bola, dan eksekusi bola mati.
Rice hampir selalu tampil di Liga Inggris musim ini dan telah mencatatkan lebih dari 3.000 menit bermain di seluruh kompetisi.
“Ini final, apa pun bisa terjadi. Kami siap untuk itu. Kami ingin meraih double winner,” ujar Rice kepada BBC.
Sementara di lini depan, striker anyar Viktor Gyokeres diharapkan menjadi ancaman utama bagi pertahanan PSG.
Penyerang asal Swedia itu telah mencetak lima gol di Liga Champions musim ini.
Meski jumlah itu masih kalah dibanding winger PSG Khvicha Kvaratskhelia yang sudah mencetak 10 gol, kontribusi Gyokeres dinilai penting dalam memulai tekanan tinggi Arsenal sejak awal pertandingan.
Baca Juga: Kode Redeem FF 29 Mei 2026, Ternyata Voucher ini akan Dihapus! Simak Penjelasannya
Luis Enrique bahkan menyebut Arsenal sebagai “tim terbaik di dunia tanpa bola” karena disiplin pressing mereka.
Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger juga menilai kekuatan utama tim Arteta terletak pada soliditas pertahanan.
“Kekuatan utama Arsenal adalah kemampuan mereka menjaga clean sheet, dan dalam final hal itu sangat penting,” ujar Wenger kepada UEFA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News