Otomotif

Biar mobil listrik bisa berlari jauh, Toyota garap teknologi baterai solid-state

Rabu, 29 Juli 2020 | 15:08 WIB Sumber: Carscoops
Biar mobil listrik bisa berlari jauh, Toyota garap teknologi baterai solid-state

ILUSTRASI. Toyota menggarap teknologi baterai solid-state biar mobil listrik bisa melaju lebih jauh lagi.

KONTAN.CO.ID - JEPANG. Toyota sedang menggarap teknologi baterai solid-state untuk mobil listrik. Teknologi baterai ini diklaim mampu membawa mobil melaju jarak yang cukup jauh dibanding baterai lithium-ion biasa.

Mengutip Carscoops, Toyota menyebutkan, jika baterai dalam keadaan penuh, mobil listrik mampu berlari lebih jauh ketimbang baterai lithium-ion biasa.

Tadinya, Toyota merencanakan peluncuran prototype baterai solid-state saat Olimpiade Tokyo 2020. Namun, karena pesta olahraga terakbar di dunia itu ditunda, pabrikan asal Jepang itu akan merilisnya pada 2021 mendatang.

Wakil Presiden Eksekutif Toyota Keiji Kaita bersama insinyur masih mengerjakan prototype baterai solid-state. Sebab, Toyota mengalami permasalahan pada keamanan dan daya tahan baterai tersebut.

Baca Juga: Tahun depan, BMW siap luncurkan 5 mobil listrik sekaligus

Sehingga, baterai memiliki masa pakai pendek dan sulit untuk diisi ulang. Kaita bersama insinyur Toyota akan mengkaji ulang bahan kimia yang akan mereka pakai untuk baterai solid-state.

Masalah lain juga Toyota hadapi. Yakni, kemungkinan produksi massal baterai solid-state. Kaita mengatakan, akan terjadi kerumitan pada tahapan produksi massal karena komponen lebih sulit dibanding baterai lithium-ion.

Namun, Kaita optimistis, untuk memasukkan baterai solid-state dalam produksi terbatas di 2025 mendatang. Ia memperkirakan, harga baterai solid-state akan lebih mahal dari baterai lithium ion.

Baca Juga: Klaim pertama di dunia, Mercedes-Benz akan rilis airbag penumpang belakang

Toyota juga akan menghadirkan berbagai inovasi baterai mobil, yang salah satunya baterai solid-state yang diklaim mampu bertahan hingga 30 tahun.

Selain pengembangan teknologi baterai, Toyota juga fokus menggarap mobil berbahan bakar hidrogen sebagai upaya kampanye hijau melawan isu emisi gas karbon dioksida.

 

Editor: Bimo Kresnomurti


Terbaru