Wisata

Biaya wisata terlalu murah, Pulau Komodo masuk destinasi No List 2020 dari media AS

Selasa, 19 November 2019 | 13:12 WIB   Reporter: kompas.com
Biaya wisata terlalu murah, Pulau Komodo masuk destinasi No List 2020 dari media AS

ILUSTRASI. Komodo Dargon (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

KONTAN.CO.ID - Media wisata asal Amerika Serikat (AS), Fodor's Travel meluncurkan daftar destinasi untuk dikunjungi dan lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020.

Selain Bali, destinasi lain di Indonesia yang masuk dalam daftar No List atau lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020 adalah Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Jika di Bali Fodor's Travel berfokus pada dampak lingkungan dari pariwisata massal, beda cerita dengan Pulau Komodo. Fodor's Travel mengamati Pulau Komodo sebagai destinasi dengan biaya wisata yang terlalu murah dan patut menaikkan pajak turis untuk kelestarian hewan langka.

Baca Juga: Gubernur NTT sebut wisatawan miskin tak boleh ke Labuan Bajo, begini maksudnya

"Pemangku kebijakan di Indonesia pada awalnya berencana untuk menutup Pulau Komodo selama satu tahun dari Januari 2020 tetapi membatalkan inisiatif setelah menentukan bahwa komodo yang hidup di sana tidak terancam oleh campur tangan wisatawan terhadap perilaku dan habitat mereka," tulis Fodor's Travel.

Menrut Fodor's Travel, saat ini UNESCO sedang mengawasi Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo.

Meskipun menulis keterangan Pemerintah Indonesia sedang membahas pemberlakuan pajak turis dan pembatasan jumlah pengunjung ke Pulau Komodo, Fodor's Travel tetap mengajak turis untuk mempertimbangkan kunjungan ke sana.

Baca Juga: Diwacanakan tiket masuk Pulau Komodo akan naik menjadi US$ 1.000, setuju?

Selain Pulau Komodo, ada Kepulauan Galapagos yang Fodor's Travel sorot dengan permasalahan hampir mirip. Pajak turis di Galapagos mereka nilai terlalu murah dan tidak naik selama 20 tahun.

Pajak turis yang mahal, Fodor's Travel menganggap, tidak akan mengurangi dampak pariwisata massal. Justru, banyaknya kunjungan wisatawan bisa berpengaruh pada kelestarian hewan langka seperti komodo di Pulau Komodo dan dan kura-kura terbesar di dunia yang ada di Kepulauan Galapagos.

"Dengan keunikan dan keistimewaan dari pulau-pulau ini, memanfaatkan pariwisata sebagai potensi uang memang masuk akal. Namun, apakah kamu semua harus pergi ke sana?" sebut Fodor's Travel.

Baca Juga: Labuan Bajo jadi destinasi pariwisata superprioritas, belanja APBN kian digenjot

Seberapa jauh pemerintah dan komunitas lokal berupaya menjaga destinasinya, menurut Fodor's Travel, juga patut jadi perhatian setiap turis. Ini lebih penting ketimbang menandai daftar impian petualangan.

Masih banyak destinasi lain terkenal di dunia yang masuk daftar No List dari Fodor's Travel untuk 2020. Fodor's Travel adalah media wisata yang berawal dari buku panduan wisata dengan cikal bakal berawal pada 1936 di London, Inggris.

Pada 1949, buku panduan wisata modern Fodor's Travel diproduksi di Perancis. Pada1996, situs resmi Fodor's Travel dibuat, dan diakuisisi oleh perusahaan internet di California, Amerika Serikat, pada 2016.

Penulis: Silvita Agmasari

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biaya Wisata Murah, Pulau Komodo Masuk Destinasi 'No List' 2020 Media AS"

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru