Bintang Adalah Benda Langit yang Memancarkan Cahayanya Sendiri, Berikut Ciri-cirinya

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:24 WIB   Penulis: Arif Budianto
Bintang Adalah Benda Langit yang Memancarkan Cahayanya Sendiri, Berikut Ciri-cirinya

ILUSTRASI. Bintang Adalah Benda Langit yang Memancarkan Cahayanya Sendiri, Berikut Ciri-cirinya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahanya sendiri, berikut ciri-cirinya yang dapat Anda ketahui. Tambah wawasan Anda tentang benda langit yang satu ini, berikut informasi menarik seputar Bintang dan ciri-cirinya.

Seperti yang kita ketahui, bintang termasuk salah satu benda langit yang penampakannya mudah ditemukan. Hampir setiap malam saat cuaca cukup cerah, Anda dapat menemukan bintang yang terlihat bertebaran memancarkan cahaya di atas langit.

Definisi Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri, ini disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi pada intinya.

Namun demikian, ada pula benda langit yang disebut bintang semu. Benda langit tersebut bukanlah bintang yang sebenarnya, melainkan planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit.

Sehingga, benda langit tersebut terlihat seperti bintang yang juga bersinar.

Dalam sudut pandang ilmu astronomi, definisi bintang adalah semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.

Untuk mengenal lebih dekat dengan benda langit yang disebut Bintang ini, yuk simak ciri-cirinya berikut ini.

Melansir Lifepersona, berikut ciri-ciri Bintang yang harus diketahui:

Baca Juga: Mengenal Cuaca Antariksa hingga Efek yang Dapat Ditimbulkan, Cari Tahu Dulu Yuk!

GUGUSAN BIMA SAKTI

Kecerahan

Ada dua karakteristik yang menentukan kecerahan bintang, yakni luminositas dan magnitudo.

Luminositas adalah jumlah cahaya yang memancar dari sebuah bintang. Ukuran bintang dan suhu permukaannya ini menentukan luminositasnya.

Sementara magnitudo mutlak adalah kecerahan sejati yang tidak bergantung pada jaraknya dari Bumi.

Warna

Warna benda langit yang satu ini tergantung pada suhu permukaannya. Bintang yang lebih dingin cenderung berwarna lebih merah, sedangkan bintang terpanas memiliki penampilan yang lebih biru.

Sementara bintag-bintang di rentang tengah berwarna putih atau kuning, seperti halnya Matahari. Bintang mungkin juga memiliki warna campuran, seperti bintang oranye-merah dan biru-putih.

Baca Juga: Mengenal Galaksi Bima Sakti Milky Way, Asal Usul Namanya Diambil Dari Mitologi ini

Suhu permukaan

Para astronom mengukur suhu bintang pada skala Kelvin. Nol derajat pada skala Kelvin secara teoritis mutlak dan sama dengan -273,15 derajat Celcius.

Ukuran

Ukuran bintang sangat beragam, mulai dari bintang neutron, yang hanya berdiameter antara 20 sampai 40 km, hingga bintang maharaksasa seperti Betelgeuse di rasi bintang Orion.

Bintang tersebut memiliki diameter sekitar 649 kali diameter Matahari atau sekitar 900 juta Km. 

Baca Juga: Terlihat Bersinar, Ternyata Benda Langit Ini Tidak Memancarkan Cahaya Sendiri

Massa

Sama seperti ukurannya, bintang juga memiliki massa yang bervariasi. Misalnya, bintang Rigel yang jauh lebih besar dari Matahari ini memiliki 3,5 massa Matahari.

Dua bintang dengan ukuran yang sama juga belum tentu memiliki massa yang sama, karena kepadatan bintang dapat sangat bervariasi.

Komposisi kimia

Sebagian besar bintang terdiri dari hidrogen. Komposisi kimia sebagian besar bintang adalah sekitar 73% hidrogen, 25% helium, dan 2% elemen lain berdasarkan massanya.

Siklus hidup bintang

Bintang menjalani sebagian besar hidupnya dalam fase yang dikenal sebagai Main Sequence. Setelah fusi nuklir terjadi, bintang akan memancarkan energi antar ruang.

Bintang membutuhkan miliaran tahun untuk mengkompensasi hilangnya panas dan energi cahaya. Saat kontraksi lambat ini berlanjut, suhu, kepadatan, dan tekanan nukleus meningkat. 

Suhu pusat bintang meningkat dari waktu ke waktu karena bintang memancarkan energi ke luar, tetapi juga berkontraksi secara perlahan.

Pertempuran antara gravitasi yang menarik dan tekanan gas yang menyemburkan ini akan berlanjut sepanjang siklus hidup bintang.

Seperti makhluk hidup, bintang lahir dan juga mati.

Usia

Sebagian besar bintang berumur antara 1-10 miliar tahun. Beberapa bintang mungkin bahkan berumur mendekati 13,8 milar tahun-umur teramati alam semesta.

Bintang tertua yang ditemukan hingga saat ini adalah HE 1523-0901 yang diperkirakan berumur 13,2 miliar tahun.

Bintang tidak berkedip

Mungkin kita kerap kali melihat bintang berkedip di atas langit. Namun, itu bukan benar-benar bintang yang berkedip, melainkan atmosfer Bumi yang bergejolak.

Saat cahaya bintang melewati atmosfer, ia harus melewati banyak lapisan dengan kepadatan yang ditangguhkan.

Bintang yang bersinar di atas langit di Bumi sekitar 2.000-2.500

Apakah ada jutaan bintang yang dapat kita lihat di atas langit dari Bumi?

Pada malam hari yang mungkin cerah tanpa bulan atau sumber cahaya apa pun, Anda dapat mengamati 2.000 hingga 2.500 bintang di atas langit.

Itulah pembahasan menarik tentang bintang, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Arif Budianto

Terbaru