Sport

Dampak wabah virus corona, J-League putuskan tidak ada degradasi musim 2020

Jumat, 20 Maret 2020 | 15:07 WIB Sumber: BolaSport
Dampak wabah virus corona, J-League putuskan tidak ada degradasi musim 2020

ILUSTRASI. J-League putuskan tidak ada degradasi musim 2020 sebagai dampak merebaknya virus corona. REUTERS/Sergio Perez

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kompetisi sepak bola Liga Jepang atau yang dikenal J-League mengambil sebuah keputusan dengan menyatakan tidak ada klub terdegradasi pada musim 2020. Keputusan tersebut ditetapkan setelah rapat luar biasa antara J-League dengan 56 klub yang terdiri dari kasta pertama hingga ketiga, Kamis (19/3).

Pandemi virus corona yang menjadi alasan J-League tidak menangguhkan degradasi untuk musim 2020. Akan tetapi, klub kasta kedua dan ketiga tetap berjuang untuk promosi pada musim 2021. J-League memulai kompetisi musim 2020 pada Februari lalu dan baru berjalan selama satu pekan.

Baca Juga: Ini skenario agar La Liga Spanyol selesai tepat waktu

Virus corona yang semakin luas di Jepang membuat otoritas sepak bola di sana memutuskan untuk menunda pertandingan-pertandingan dari kasta pertama hingga ketiga. Ketua J-League, Mitsuru Murai, mengatakan keputusan untuk tidak adanya degradasi dan mengizinkan klub promosi supaya para pemain bisa bersaing dalam situasi sulit seperti ini.

J-League juga berusaha keras agar tetap melindungi klub dari acara-acara di luar kendali mereka. "Akan ada banyak hambatan di jalan dan kompetisi mungkin tidak seimbang atau tidak adil. Tetapi kami ingin terus berlanjut," kata Murai seperti BolaSport.com kutip dari laman resmi AFC.

"Ada daerah yang terkena banyak infeksi dan ada daerah yang tidak terkena lalu anak-anak saat ini sudah kembali ke sekolah," ucap Murai menambahkan.

Murai melanjutkan, ada beberapa tim yang mungkin bisa melakukan pertandingan. Tetapi ada juga tim yang mungkin tidak bisa bertanding dan itu tentu mengganggu jalannya kompetisi. "Beberapa tim mungkin harus melakukan pertandingan secara tertutup dalam waktu singkat," kata Murai.

Editor: Handoyo .


Terbaru