Internet

Facebook kembangkan headset VR, mirip banget kacamata pantai biasa

Rabu, 01 Juli 2020 | 08:32 WIB   Reporter: Arif Budianto
Facebook kembangkan headset VR, mirip banget kacamata pantai biasa

ILUSTRASI. VR terbaru Facebook berwujud seperti kacamata pantai

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Berbicara tentang teknologi Virtual Reality atau VR tak lepas dari sebuah perangkat seperti headset besar yang menutupi hampir seluruh bagian mata. Perangkat yang kerap kali disebut sebagai "headset" VR secara konvensional memang memiliki ukuran serta bentuk yang jika dipikir-pikir justru membatasi pergerakan saat menikmati dunia virtual.

Baru-baru ini, nama besar yang sudah malang melintang di industri teknologi yaitu Facebook baru saja memperkenalkan konsep perangkat VR terbarunya yang jauh lebih ringkas, nyaman dan memiliki performa yang tinggi.

Baca Juga: Saham Facebook dan Twitter tersungkur setelah perusahaan besar berhenti beriklan

Melansir dari The Verge, Facebook baru saja memperkenalkan konsep teknologi canggih yang digunakan untuk menikmati dunia virtual lebih dalam ini memiliki ukuran yang serta bentuk yang lebih ringkas.

Layaknya sebuah kacamata hitam yang biasa digunakan untuk melindungi mata dari efek cahaya berlebihan, kacamata ini berfungsi untuk membuat Anda terjun ke dunia virtual dan merasakan seperti apa yang ada di dalamnya.

Mengutip dari Facebook Research, dua peneliti dari Facebook yaitu Andrew Maimone dan Junren Wang membanggakan temuan mereka.

"Teknologi yang tengah dikembangkan saat ini memadukan kemampuan dari optik holografik dengan konsep optik yang bisa dilipat(seperti kacamata) berbasis polarisasi, pendekatan tersebut digunakan untuk menciptakan perangkat keras VR berwujud seperti kacamata hitam di masa depan. Dengan hal tersebut, penggunaan kacamata VR lebih ringkas, tidak memakan banyak tempat serta memiliki performa tinggi untuk produkivitas yang lebih banyak" tulisnya di Facebook Research.

Menurut mereka dengan teknologi tersebut, perangkat VR tidak lagi menutupi sebagian besar bagian mata yang efeknya justru membatasi pergerakan.

Semakin ringkasnya perangkat VR di masa depan harapanya adalah teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan hiburan atau bermain game saja. Lebih dari itu VR bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih banyak lagi.

Baca Juga: Ini yang akan dilakukan Facebook untuk meredakan boikot iklan

Konsep kacamata VR baru dari Facebook ini memiliki spesifikasi optik atau lensa holografik berukuran 9 mm. Meskipun kecil, kacamata VR tersebut mampu memberikan sudut pandang yang luas layaknya headset VR konvensional yang beredar di pasaran saat ini.

Optik kecil tersebut tidak memproduksi cahaya, melainkan memproyeksikan sinar laser yang kemudian diteruskan ke optik holografik sehingga menghasilkan visual seperti yang ditampilkan panel display. 

Meskipun baru konsep, masih belum diketahui apakah kacamata VR besutan Facebook ini akan aman digunakan mengingat jarak cahaya dengan bola mata cenderung lebih pendek jika dibandingkan headset VR konvensional.

Selain itu, headset VR konvensional juga sebenarnya menimbulkan efek samping terhadap penggunanya seperti mual. Namun jika konsep ini bisa diwujudkan di masa depan, tentunya penggunaan teknologi VR bisa jauh lebih luas lagi. 

Google juga sempat membuat teknologi yang mirip bernama Google Glass. Memiliki fungsi yang hampir sama hanya saja Google Glass ke arah Augmented Reality atau AR ini justru berakhir dengan kegagalan. Digadang memiliki teknologi yang canggih justru menjadi blunder bagi Google karena masih banyak orang yang tidak terlalu membutuhkan teknologi tersebut.

Harga yang dibanderol cukup mahal, yaitu US$ 1.500, angka yang tidak sedikit untuk menebus sebuah kacamata yang fungsinya tidak begitu penting bagi kebanyakan orang. Mungkin orang beranggapan dengan kacamata tersebut dapat menjadi karakter superhero fiksi Tony Stark yang bisa berkomunikasi dengan AI buatannya yaitu Jarvis.

Editor: Arif Budianto


Terbaru