KONTAN.CO.ID - Hyundai Engineering & Construction (Hyundai E&C) mengakhiri kiprahnya di turnamen voli profesional putri 2026 Yeosu-Nonghyup Cup atau Piala KOVO setelah menelan kekalahan kedua di fase grup.
Meski gagal melaju ke semifinal, pemain asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi atau Mega menunjukkan peningkatan performa dalam pertandingan terakhir.
Melansir dari media Korea Selatan pada laman Naver, Hyundai E&C kalah 0-3 dari GS Caltex pada pertandingan terakhir Grup B yang berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan pada Sabtu (16/10/2026).
Baca Juga: Update Kode Redeem Blox Fruits per Oktober 2026: Segera Klaim 2x EXP Gratis
Hasil tersebut memastikan Hyundai E&C tersingkir setelah menelan dua kekalahan.
Kegagalan melaju ke semifinal membuat tim asuhan Kang Sung-hyung kehilangan kesempatan untuk menambah jam terbang bersama pemain-pemain yang baru bergabung.
Padahal, turnamen pramusim tersebut menjadi momentum penting bagi Hyundai E&C untuk membangun koordinasi tim menjelang kompetisi mendatang.
Pelatih Kang mengungkapkan, timnya sebenarnya membutuhkan lebih banyak pertandingan untuk meningkatkan chemistry antarpemain, terutama antara setter Kim Da-in, Megawati Hangestri Pertiwi dari Indonesia, dan Jordan dari Amerika Serikat (AS).
Ketiga pemain tersebut baru berlatih bersama selama sekitar dua pekan menjelang turnamen yang dimulai pada 11 Oktober 2026.
Kim Da-in sebelumnya menghabiskan waktu bersama tim nasional Korea Selatan untuk mengikuti Kejuaraan Asia dan Asian Games, sementara Mega dan Jordan juga belum berada dalam kondisi fisik terbaik.
Baca Juga: Jadwal MPL ID Season 18 Week 9 Hari Jumat (16/10): Aksi NAVI dan AE Sebelum Playoff
Meski demikian, Kang melihat sejumlah perkembangan positif dari pertandingan melawan GS Caltex, khususnya dalam koordinasi serangan.
"Mulai set ketiga, umpan yang menghubungkan serangan lebih banyak datang dari sisi Mega," ujar Kang kepada wartawan seusai pertandingan.
Ia juga menilai performa para middle blocker membaik dibandingkan pertandingan pertama.
Mega mencetak lima poin pada set pertama dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 50%. Ia kemudian tidak masuk susunan pemain utama pada set kedua sebelum kembali bermain pada set ketiga.
Pada set ketiga, Mega meningkatkan koleksi poinnya menjadi 10 dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 56,25%.
Catatan tersebut menunjukkan kontribusinya dalam serangan Hyundai E&C, meski timnya belum mampu menghindari kekalahan.
Baca Juga: XLSMART Tawarkan Paket XL Ultra 5G+ Mulai Rp 50.000, Ini Rincian Kuotanya
Selain Mega, middle blocker Kim Hee-jin turut menyumbangkan delapan poin, termasuk dua blok dan satu servis ace.
Di sisi lain, pelatih Kang masih menyoroti penerimaan bola atau receive Jordan. Pemain asal Amerika Serikat tersebut mencetak 13 poin, menjadi pencetak poin terbanyak kedua di tim setelah Mega.
Jordan juga terlibat dalam 22 penerimaan bola, terbanyak di antara pemain Hyundai E&C.
Namun, pemain GS Caltex berulang kali mengarahkan servis ke Jordan untuk menekan kualitas penerimaan bola Hyundai E&C. Situasi ini menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki tim sebelum memasuki kompetisi berikutnya.
Kang menilai, tekanan terhadap Jordan dalam penerimaan bola merupakan tantangan yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Ia menekankan pentingnya dukungan dari rekan setim untuk membantu Jordan beradaptasi dengan pola permainan lawan.
Baca Juga: Kapan Wu Dong Qian Kun Season 7 Rilis? Cek Kembali Perkembangan Produksinya
"Beban menerima bola bagi Jordan memang tidak bisa dihindari, tetapi hal ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dalam semalam. Rekan-rekan setimnya perlu mendukungnya dari sisi lapangan," kata Kang.
Bagi Hyundai E&C, tersingkir lebih awal dari turnamen ini menjadi pekerjaan rumah untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan fisik pemain.
Sementara bagi Mega, pertandingan terakhir memberikan kesempatan untuk meningkatkan performa dan membangun kerja sama dengan rekan-rekan setimnya sebelum kompetisi resmi bergulir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News