Sport

Inggris Bidik Juara Piala Dunia 2026, Akhiri Puasa Gelar Setelah 60 Tahun

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:57 WIB
Inggris Bidik Juara Piala Dunia 2026, Akhiri Puasa Gelar Setelah 60 Tahun

ILUSTRASI. Thomas Tuchel memimpin Inggris ke Piala Dunia 2026 dengan target juara. Bek Dan Burn menjelaskan bagaimana skuad mempersiapkan diri. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Sumber: Reuters  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – KANSAS CITY. Bek tim nasional Inggris Dan Burn menegaskan tekad timnya untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara Piala Dunia saat skuad asuhan Thomas Tuchel terus mempersiapkan diri menghadapi laga pembuka Grup L melawan Kroasia pada Rabu mendatang.

Timnas Inggris terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada edisi 1966 ketika menjadi tuan rumah. Kini, setelah hampir enam dekade berlalu, Tuchel bersama para pemainnya optimistis mampu mengakhiri puasa gelar tersebut dalam turnamen yang digelar di Amerika Utara.

Burn menegaskan bahwa target menjadi juara merupakan ambisi utama seluruh skuad The Three Lions.

“Menurut saya tidak ada gunanya datang ke sini lalu mengatakan bahwa kami tidak ingin melakukan itu. Tantangannya adalah menambahkan bintang kedua di dada jersey kami. Jadi itulah yang ingin kami capai,” ujar bek berusia 34 tahun yang juga memperkuat Newcastle United tersebut.

Baca Juga: Skotlandia Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia Setelah 36 Tahun, Kalahkan Haiti

Inggris akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi Kroasia, lawan yang pernah menyingkirkan mereka pada babak semifinal Piala Dunia 2018 saat masih ditangani Gareth Southgate. Setelah itu, Inggris dijadwalkan bertemu Ghana dan Panama pada sisa pertandingan fase grup.

Skuad Inggris tiba di Kansas City pada Sabtu setelah menjalani pemusatan latihan di Florida. Burn menilai persiapan tersebut membantu para pemain beradaptasi dengan cuaca panas yang diperkirakan akan mewarnai jalannya turnamen.

“Saya rasa setelah sepekan berada di West Palm, saya tidak terlalu merasakan panasnya cuaca di sini. Udara di sini terasa lebih kering dan tidak terlalu lembap,” katanya.

“Namun kondisi ini sama untuk semua tim. Jadi, saat ini bukan sesuatu yang terlalu kami khawatirkan.”

Pertandingan melawan Kroasia akan berlangsung hampir sepekan setelah dimulainya turnamen dan menjadi salah satu laga terakhir pada putaran pertama fase grup. Meski harus menunggu lebih lama dibandingkan peserta lain, Burn yakin situasi tersebut justru memberi keuntungan bagi timnya.

Baca Juga: Piala Dunia: Brasil Ditahan Imbang Maroko 1-1, Ancelotti Akui Timnya Tampil Gugup

“Sekarang setelah kami tiba di sini, saya merasa sangat bersemangat,” ujarnya usai mendarat di Kansas City.

“Ketika turnamen dimulai, saya rasa itulah momen ketika atmosfer kompetisi benar-benar terasa.”

Ia menambahkan bahwa jadwal yang lebih lambat tidak akan memengaruhi persiapan tim.

“Saya rasa hal itu sama sekali tidak memengaruhi kami. Justru kami memiliki sedikit waktu tambahan untuk mengamati jalannya kompetisi, merasakan atmosfer pertandingan, dan melihat tempo permainan sebelum kami turun bertanding pekan depan,” tutup Burn.

Dengan persiapan matang di bawah arahan Thomas Tuchel dan target besar membawa pulang trofi, Inggris berharap dapat mengakhiri penantian 60 tahun sekaligus menambah bintang kedua pada lambang tim nasional mereka di Piala Dunia 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru