Sport

Jadi warisan dunia, Dompet Dhuafa luncurkan buku soal silat

Sabtu, 04 Januari 2020 | 20:54 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Jadi warisan dunia, Dompet Dhuafa luncurkan buku soal silat

ILUSTRASI. Jadi warisan dunia, Dompet Dhuafa luncurkan buku soal silat.  

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dompet Dhuafa mengajak masyarakat melestarikan  pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Lembaga filantropi ini pun meluncurkan buku The Power of Silat, di DMall Depok, Sabtu (4/1).

"Mari kita rawat pencak silat sebagai budaya bangsa yang menjadi identitas bangsa Indonesia," ungkap Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Madjidi dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Masalah internal kelar, Yamaha optimistis sambut MotoGP 2020

Tokoh pencak silat internasional Mayjen TNI (Purn) Eddie M Nalapraya mengapresiasi Dompet Dhuafa yang turut mengembangkan pencak silat. Ia juga mengapresiasi buku The Power of Silat yang ditulis Herman Budianto, Ketua Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa.

Eddie menegaskan, silat adalah untuk kehidupan.Pencak silat bukan untuk beladiri tapi untuk kehidupan, untuk menjaga ahlak yang baik. Silat juga untuk beladiri dan kesehatan. Ketiga, silat untuk kesejahteraan. "Dalam silat ada aspek keamanan dan kesejahteraan, Ini bisa menjadi ketahanan bangsa Indonesia," tambahnya. 

Kini sudah ada 70 negara yang menggemari silat. "Dan silat sudah diakui oleh badan dunia Unesco. Kita harus kembangkan," tegas Eddie yang menjadi guru besar silat Indonesia.

Ia mengajak generasi muda Edy belajar dan mencintai budaya silat. Eddie mengajak pemuda Indonesia mempelajari silat, termasuk dari buku dan juga Youtube. "Coba buka di Youtube ada Ksatria Bangsa, dan perjalanan silat menuju Unesco,"jelas Eddie.

Baca Juga: Gelandang Manchester United Paul Pogba akan jalani operasi pergelangan kaki

Herman Budianto menjelaskan, Dompet Dhuafa mendorong dan melestarikan silat melalui Kampung Silat Jampang. "Kami melalui Dompet Dhuafa memiliki keprihatinan terhadap pengembangan silat," tuturnya.

Pada 2008 mengumpulkan para guru silat untuk mengembangkan sikat. "Kami tidak ingin silat mati obor, gurunya meninggal silat turut mati," jelasnya.


Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.

gopay
Editor: Tendi
Terbaru