Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
Sebelumnya, pemilik PT Mitra Karya Makmur (MKM) Djoko Handoko mengakui, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur, pihaknya sudah lama menggunakan kendaraan Isuzu.
Menurut dia, urusan perawatan kendaraan, sejauh ini tidak pernah ada masalah, justru menguntungkan bagi perusahaan. "Kami sudah dari pertama kali menggunakan Isuzu dengan mesin common rail. Layanan purna jualnya sangat baik dan tentunya menguntungkan bagi kami,"ujar Djoko.
Terkait penerapan standar emisi Euro4, Djoko menilai, itu akan menjadi keunggulan buat Isuzu. Karena, selama ini truk Isuzu Giga yang sudah menggunakan mesin common rail, performanya bagus dan hemat BBM. Apalagi, mekanik Isuzu sudah berpengalaman dalam perawatan kendaraan bermesin common rail.
Tingginya kepuasan pelanggan juga berdampak pada penjualan Isuzu. Hal itu terlihat dari penjualan Isuzu menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada Februari 2022, penjualan ritel Isuzu sebanyak 2.072 unit, naik 14,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang sebesar 1.814 unit.
General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril optimistis pencapaian Isuzu tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Isuzu menargetkan Isuzu Elf tahun ini bisa meraih pangsa pasar 25%, sedangkan Giga 14%, dan Traga sebesar 35%.
Attias juga yakin dengan pemberlakuan Euro 4, pencapaian akan lebih besar. “Tetapi memang kita lihat perkembangan marketnya bulan per bulan, karena market kendaraan komersial sangat ditentukan oleh kondisi ekonomi dan bisnis,” tutur Attias.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
