Juara Piala FA Usai Tumbangkan Chelsea, Liverpool Jaga Asa Raih Quadruple Musim Ini

Minggu, 15 Mei 2022 | 08:13 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Juara Piala FA Usai Tumbangkan Chelsea, Liverpool Jaga Asa Raih Quadruple Musim Ini

ILUSTRASI. Liverpool


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Liverpool masih menjaga asa untuk bisa meraih quadruple alias empat gelar dalam semusim. The Reds sukses menyabet gelar keduanya musim ini usai menumbangkan Chelsea dalam laga final Piala FA yang digelar di Stadion Wembley, Sabtu (14/5).

Pertandingan tersebut nyaris serupa dengan final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup pada 28 Februari 2022 lalu. Kala itu, Chelsea dikalahkan Liverpool lewat drama adu penalti 10-11 setelah bermain 0-0 selama 120 menit laga digelar.

Di final Piala FA, Chelsea gagal membalas dendam ke Liverpool. The Blues kembali harus mengakui keunggulan The Reds yang kembali menang lewat drama adu penalti, kali ini dengan skor 5-6.

Sepanjang 120 menit pertandingan normal plus extra time, tidak ada gol yang tercipta. Di awal laga, Liverpool tampil menjanjikan dengan menguasai bola. Pasukan Jurgen Klopp membombardir pertahanan Chelsea.

Baca Juga: Kalahkah Aston Villa, Liverpool Tempel Manchester City di Puncak Klasemen

Liverpool sudah mencetak peluang sejak menit keempat, dan nyaris unggul lebih dulu andai sodoran dari Luis Diaz mampu disontek oleh Thiago Alcantara. Pada menit kesembilan, giliran Diaz yang hampir mencetak gol andai bola sepakannya tak mampu dihadang Edouard Mendy.

Chelsea yang mengandalkan serangan balik hampir membuat kejutan. Marcos Alonso yang memiliki ruang bebas di kotak pinalti Liverpool mendapatkan peluang emas pada menit ke-27. Beruntung, Alisson Becker membuat penyelamatan gemilang.

Petaka datang untuk Liverpool pada menit ke-33 saat sang bintang, Mohamed Salah, harus menyelesaikan pertandingan lebih awal karena cedera. Salah lalu digantikan oleh Diogo Jota.

Baca Juga: Saingi Investcorp, Perusahaan Investasi Asal AS Ini Tertarik Mengakuisisi Milan

Keluarnya Salah tampak mengurangi daya gedor Liverpool di lini depan. Sebaliknya, pasukan Thomas Tuchel mendapatkan momentum untuk balik menguasai pertandingan. Meski, tak ada gol hingga babak pertama usai.

Selepas turun minum, giliran Chelsea yang mengambil inisiatif menyerang. Lini belakang Liverpool dibuat kerepotan. Pada menit ke-48 Chelsea nyaris unggul andai tendangan bebas Alonso tidak membentur tiang gawang.

Memasuki menit ke-60, Liverpool coba kembali mendikte pertandingan. Berulang kali trio Diaz, Jota dan Sadio Mane membuat Chelsea ketar-ketir. Beruntung Mendy dan kolega masih bisa mengamankan situasi.

Intensitas makin tinggi di 10 menit terakhir. Liverpool mencetak lebih banyak peluang, namun hingga pluit panjang berbunyi, kedudukan 0-0 tak berubah. Laga pun berlanjut ke babak extra time.

Baca Juga: Bos Chelsea baru Ternyata Pakar Investasi yang Sempat Bercita-cita Jadi Dokter

Liverpool kembali harus menarik pemain pilarnya. Kali ini bek andalan Virgil van Dijk digantikan oleh Joel Matip. Kemudian, giliran Diaz yang diistirahatkan oleh Klopp, dan menggantinya dengan Roberto Firmino.

Laga terasa lebih monoton di babak tambahan, tak banyak peluang emas yang tercipta sepanjang 30 menit. Gol yang ditunggu tak kunjung datang. Alhasil, pemenang harus dicari lewat babak adu penalti.

Berbeda saat melakoni final Carabao Cup lalu, kali ini Tuchel tidak mengganti kiper Chelsea. The Blues dapat giliran menendang lebih awal. Marcos Alonso yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Chelsea unggul 1-0.

Kedudukan menjadi imbang 1-1 saat penendang pertama Liverpool, James Milner berhasil menyarangkan bola. Malang bagi Chelsea, sang kapten Cesar Azpilicueta yang jadi eksekutor kedua gagal menjalankan tugas setelah sepakannya hanya membentur tiang.

Baca Juga: Setelah Tunda Asian Games, China Mundur dari Tuan Rumah Piala Asia karena Covid-19

Liverpool berada di atas angin ketika Thiago Alcantara mampu mencetak gol. The Reds unggul 1-2. Kemudian, penendang ketiga masing-masing tim, Reece James dan Firmino sama-sama mencetak angka.

Begitu juga dengan eksekutor keempat, Ross Barkley dan Trent Alexander-Arnold yang berhasil menyarangkan bola. Penandang kelima Chelsea, Jorgihno, juga mampu mencetak gol. Kedudukan imbang 4-4.

Sadio Mane maju sebagai penentu. Sayangnya, penyerang asal Senegal itu gagal menjalankan tugas. Sepakan Mane mampu dibaca Mendy yang tak lain adalah rekan senegaranya.

Drama adu penalti lanjut ke babak sudden death. Hakim Ziyech dan Jota yang jadi eksekutor keenam membawa kedudukan imbang 5-5.

Malang, sepakan Mason Mount sebagai eksekutor ketujuh Chelsea mampu dibendung oleh Alisson. Liverpool kembali ada di atas angin. 

Akhirnya, The Reds berhasil mengunci kemenangan saat Kostas Tsimikas berhasil mencetak gol. Liverpool unggul 6-5 dan berhasil menggondol trofi Piala FA untuk kedelapan kalinya sepanjang sejarah.

Baca Juga: Tak Terkejar, Real Madrid Jawara Liga Spanyol

Dengan hasil tersebut, Chelsea harus puasa gelar dalam turnamen domestik maupun Eropa musim ini. Sebaliknya, Liverpool menjaga asa untuk bisa memborong empat gelar di musim 2021/2022.

Setelah menggondol Piala Liga dan Piala FA, Liverpool akan melakoni partai final Liga Champions. The Reds bakal berjumpa raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, dalam duel yang akan digelar di Stade de France, 29 Mei nanti.

Sedangkan di Liga Premier Inggris, Liverpool mengantongi 86 poin, membuntuti Manchester City di puncak klasemen yang mengoleksi 89 poin. Dengan selisih tiga poin, sayangnya Liverpool harus berharap City akan terpeleset di sisa pertandingan musim ini.

Sebagaimana pepatah, bola itu bundar, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Yang pasti, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp telah berhasil membawa tim bersemboyan you'll never walk alone itu menjadi salah satu tim sepakbola terkuat saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru