Kelezatan yang Terendam di Porsi Kwetiau Sapi Siram Bang Rusdi

Senin, 22 Juni 2026 | 14:22 WIB
Kelezatan yang Terendam di Porsi Kwetiau Sapi Siram Bang Rusdi

ILUSTRASI. Kwetiau Sapi Bang Rusdi di Kedoya Duri Raya, Jakarta Barat. (KONTAN/Sanny Cicilia)

Reporter: Sanny Cicilia  | Editor: Sanny Cicilia

Di tengah ramainya kedai chinese food modern, Kwetiau Sapi Bang Rusdi tetap mempertahankan pesona sebagai salah satu destinasi kuliner yang dicari pencinta kwetiau sapi halal di Jakarta Barat.

Menu andalannya adalah kwetiau siram sapi. Namun, banyak sajian yang juga menjadi ciri khas dari kedai chinese food modern ini. Misalnya, fuyunghai, capcay, sapi lada hitam, serta bihun goreng.

Bagi yang sedang berburu kuliner malam atau mencari kwetiau sapi halal dengan rasa otentik, kedai yang terletak di daerah Kebon Jeruk ini bisa menjadi pilihan yang sulit untuk Anda lewatkan, lo.

Lokasi persis Kwetiau Sapi Bang Rusdi berada di Jalan Kedoya Duri Raya Nomor 16, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Lokasinya mudah ditemukan karena hanya sekitar 200 meter dari lampu merah Duri Kepa. Di Peta, tertera namanya Kwetiau Sapi Elok Bang Rusdi.

Bisa dibilang, kapasitas tempat makannya cukup memadai. Ada enam meja bagi pengunjung masing-masing empat orang. Menjelang makan siang, tak ramai yang bertandang. Tapi, pemilik kedai, Rusdi dan sang istri sudah sibuk.

"Ini pesanan makan siang," ujar Rusdi sambil lincah menuang air panas dan menggoyang wok berapi besar. Harum masakan bercampur bumbu langsung menggugah selera.

Salah seorang pelanggan yang bersabar menunggu pesanan adalah Dedi. Dia memesan sepuluh bungkus untuknya dan rekan-rekan sekantor.

Dari beragam menu yang dipesan, kwetiau sapi tetap menjadi primadona yang paling sering dipilih. "Rasanya enak, banyak isinya," ujar Dedi.

Nah, di kedai ini, koki utamanya hanya Rusdi, yang pernah menjadi chef hotel. Jadi, pengunjung harus bersabar menanti pesanan. Sekitar 15 menit menunggu pesanan siang itu.

Tapi, penantian terbayar ketika pesanan tiba di meja. Kwetiau sapi siram datang penuh di atas piring pe. Kuah nan kental berwarna coklat muda membanjiri hampir seluruh permukaan piring, seakan membungkus setiap lembar kwetiau yang lembut dan licin.

Irisan daging sapinya bertebaran dan tak pelit. Bentuknya tidak seragam, menandakan dipotong langsung dari daging segar. Atasnya berhiaskan potongan sawi hijau yang terlihat segar dan mengkilap.

Bawang putih cincang dan daun bawang yang berserakan juga menarik perhatian. Aroma bawang jadi salah satu pemain utama penggugah selera.

Setelah panasnya sedikit mereda, suapan pertama langsung menghadirkan rasa gurih yang hangat. Aroma bawang dan bumbu yang menempel pada setiap helai kwetiau berpadu rapi, meninggalkan jejak rasa yang nyaman di lidah.

Irisan daging sapinya terasa empuk dan juicy, menjadi bintang utama setiap suapan. Di sisi lain, sayuran hijau yang masih renyah menghadirkan kontras tekstur yang menyenangkan, sekaligus menyeimbangkan dominasi rasa gurih dari kuah dan daging.

Menu sharing

Kalau tidak begitu suka dengan pilihan yang berkuah, ada juga kwetiau goreng sapi. Ini juga jadi jagoan di kedai Kwetiau Sapi Bang Rusdi.

Dari tampilannya, warna kwetiau coklat keemasan karena balutan kecap. Ketika datang, beberapa bagian kwetiau masih menempel, ciri khas baru turun dari wajan panas.

Di menu ini, porsinya pun berlimpah. Rusdi juga tak pelit memberikan irisan daging sapi. Sementara sawi hijau menjadi aksen warna menarik.

Saat dicicip, kwetiau goreng lebih didominasi rasa manis, gurih belakangan. Tapi, perpaduan keduanya pas di lidah. Kekuatan utamanya ada pada tumisan yang meresap ke setiap personel, mulai kwetiau, irisan daging, telur, hingga sayur.

Memang, menu favorit di Kwetiau Sapi Bang Rusdi, ya, kwetiau. Dalam sehari, bisa menghabiskan sekitar enam kilogram kwetiau untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Cuma, bukan berarti menu lainnya kalah pamor, lo. Saat jam makan siang, pesanan aneka lauk datang silih berganti dan banyak dipesan untuk dinikmati bersama alias menjadi menu sharing untuk dua hingga tiga orang. Jadi, pelanggan tinggal pesan nasi putih.

Salah satu yang cukup jadi favorit adalah fuyunghai. Menu telur tampil menggoda dengan pinggiran telur yang renyah. Bagian dalamnya tebal dan empuk, tanpa aroma amis.

Daya tarik lain fuyunghai kedai ini terletak pada siramannya. Saus asam manisnya seimbang, tanpa menutupi rasa telur. Tak heran, fuyunghai layak disebut sebagai comfort food yang cocok dijadikan lauk di berbagai suasana makan.

Sebagai lauk berbagi lainnya, pelanggan bisa memilih, misalnya, ayam filet mentega, sapi lada hitam, atau sapi rica-rica. Sedangkan menu sayur, ada capcay dan sapo tahu.

Untuk menikmati kwetiau nan sedap dan mengenyangkan, pengunjung cukup mengeluarkan uang Rp 30.000 per porsi. Untuk lauk sharing fuyunghai, harganya Rp 38.000 per porsi, dan sapi lada hitam Rp 33.000 seporsi. Selain tunai, pembayaran bisa lewat QRIS, lo.

Jika ingin berkunjung ke kedai ini, bisa Anda catat, Kwetiau Sapi Bang Rusdi buka setiap hari, pukul 11.0014.30 WIB. Setelah itu, Rusdi beristirahat sejenak, dan kembali melayani pelanggan di jam yang lebih ramai pengunjung, yakni pukul 17.0022.00 WIB.

Ingin Liburan ke Kampung

Di balik kelincahannya meracik bumbu di atas wajan besar, Rusdi menyimpan pengalaman panjang di dunia kuliner. Ia mengawali karier sebagai juru masak di restoran chinese food sejak 1993. Pada 2008, dia beralih ke industri perhotelan sebagai koki dan kemudian dipercaya menjadi kepala dapur.

"Masakan Asia maupun Eropa, saya biasa memasaknya," ungkap Rusdi. Kariernya pun terus berkembang, hingga dia dapat kepercayaan menduduki posisi kepala dapur.

Namun, posisi kepala dapur tidak lagi sekadar berkutat pada urusan memasak. Ia juga harus mengelola aspek operasional, mulai dari peralatan hingga persediaan bahan baku. Ketatnya penggunaan bahan, membatasi ruang Rusdi bereksplorasi dalam memasak.

Berbekal pengalaman tersebut, Rusdi sempat ditawari bekerja di salah satu hotel bintang lima di Jakarta di 2015 silam. Tetapi, dia memutuskan untuk mengakhiri karier kokinya.

Rusdi ingin punya usaha kuliner sendiri. Selain itu, pengen leluasa menggunakan waktunya, termasuk berkunjung ke kampung halaman. "Saya ingin liburan ke kampung," ujarnya.

Selama bekerja di restoran dan hotel, hari libur adalah hal yang mewah. Dia nyaris tak pernah pulang ke kampung halaman di Pekalongan, Jawa Tengah, termasuk saat hari raya.

Kini, Rusdi mengelola kedai bersama istri dan anaknya. Sang anak sempat berkerja di dunia kuliner. Jadi, sudah tak asing lagi dengan urusan dapur.

Kwetiau Sapi Bang Rusdi

Jl. Kedoya Duri Raya No. 16 Kebon Jeruk, Jakarta BaratHP: 0858-8562-1408

Koordinat GPS:

-6.18134, 106.76649

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag
Terbaru