Kue putu: Resep, proses pembuatan dan sejarahnya

Jumat, 10 Desember 2021 | 04:47 WIB Sumber: Wikipedia
Kue putu: Resep, proses pembuatan dan sejarahnya

ILUSTRASI. Warga mengantre untuk mendapatkan jajanan tradisional kue putu yang dibagikan gratis saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day, Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/11. ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww/17.


KONTAN.CO.ID - Kue putu baru-baru ini menjadi buah bibir masyarakat di media sosial. Setelah seorang ilustrator, Alfeus Christie, mengunggah karya ilustrasinya tentang kue putu beberapa hari yang lalu di akun Instagram pribadinya. 

Kue tradisional Indonesia tersebut memiliki beberapa jenis. Diantaranya kue putu hijau, kue putu putih, kue putu daun pisang dan kue putu bugis. 

Namun, yang sering dijumpai dibeberapa daerah adalah kue putu hijau atau putih yang berisi gula merah atau gula aren. 

Baca Juga: Rekomendasi kado Natal unik untuk orang terdekatmu

Dulunya kue putu ini dipopulerkan oleh orang Jawa dan Sulawesi, sebelum menyebar ke berbagai daerah di Indonesia atau bahkan ke luar negeri. 

Dilansir di laman Wikipedia kue putu diciptakan sekitar tahun 1630 di Desa Wanamarta, Jawa Timur, saat Ki Bayi Panurta meminta santrinya menyediakan hidangan pagi. 

Jika kalian akan membuat kue putu, siapkan saja:

  • tepung beras, 
  • kelapa parut, 
  • gula merah, 
  • air, garam, 
  • daun pandan, 
  • tabung bam dan
  • daun pisang. 

Baca Juga: Jadwal Piala AFF 2020: Laga perdana Indonesia vs Kamboja tayang di RCTI

Cara penyajian kue putu juga terbilang mudah. Hanya dengan memasukan adonan beras ketan yang sudah dihaluskan ke dalam tabung bambu. 

Namun, sebelum memadatkan adonan kue putu hingga penuh, masukan terlebih dahulu gula merah atau gula jawa. Setelah itu baru masukan kembali adonan kue putu tersebut hingga penuh. 

Lalu tabung berisi adonan kue putu tersebut dikukus hingga matang. 

Baca Juga: Tips menyimpan pakaian agar tidak berjamur di ruangan yang lembab

Umumnya, pedangang kue putu berjualan malam hari. Lalu uniknya setiap pendagang putu pasti membunyikan suara yang khas.

Suara pedagang kue putu tersebut berasal dari uap yang keluar alat kukus yang digunakan. Suara tersebut menjadi identitaa yang melekat kepada pedagang putu. 

Hingga sekarang kue putu masih dapat dijumpai dibeberapa daerah di Indonesia. Dan semoga kue putu menjadi makan tradisional yang akan terus dilestarikan sampai cucu-cucu kita kelak.

Baca Juga: Rekomendasi film serial yang cocok ditonton saat libur Natal dan Tahun Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ryan Suherlan

Terbaru