Dia bilang, setiap UMKM memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pihaknya mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha semakin kuat dari sisi kapasitas, digitalisasi, brand, hingga akses pasar.
"Harapannya, UMKM dapat semakin mandiri dan mampu membawa produknya menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Baron dalam keterangannya, Sabtu (22/8).
Menurut Baron, Pertamina terus memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui berbagai dukungan, mulai dari penguatan perizinan usaha, digitalisasi dan pemanfaatan marketplace, pelatihan, business matching, hingga keikutsertaan dalam berbagai pameran nasional dan pembukaan akses menuju pasar internasional.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam satu pameran atau satu transaksi, tetapi proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing untuk tumbuh dalam jangka panjang,” tambah Baron.
Program pembinaan UMKM Pertamina turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta TPB/SDGs Nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Program ini juga selaras dengan Asta Cita poin ke-3 dalam mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja.
Melalui ekosistem pembinaan tersebut, Pertamina berharap semakin banyak produk lokal mampu membangun identitas dan kepercayaan pasar, sekaligus membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News