Memahami Body Battery, sinyal deteksi dini gangguan kesehatan pada tubuh manusia

Minggu, 03 Oktober 2021 | 13:15 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
Memahami Body Battery, sinyal deteksi dini gangguan kesehatan pada tubuh manusia

ILUSTRASI. Country Manager Garmin Indonesia Rian Krisna dan Product Specialist Garmin Darma Patria menjelaskan fungsi smartwatch terutama fitur Body Battery.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Tubuh manusia pada dasarnya mempunyai sistem seperti ponsel. Terdapat daya berupa baterai yang akan habis setelah digunakan. Dan kembali terisi ketika kita mengisi ulang dayanya. 

Perusahaan teknologi  Garmin, menyebut istilah baterai pada manusia ini disebut sebagai Body Battery. Garmin memiliki fitur Body Battery pada lini smartwatch.

Fitur ini  membantu masyarakat memahami kondisi tubuh mereka. Sehingga dapat lebih bijaksana dalam menjalankan aktivitas harian dan memulai gaya hidup aktif. 

Country Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna menjelaskan fungsi Body Battery yang berkenaan dengan kekhawatiran situasi pandemi Covid-19 yang belum usai. 

Faktanya, banyak masyarakat yang terkonfirmasi sebagai pasien orang tanpa gejala (OTG) dan mengidap happy hypoxia. Yakni kondisi terjadinya pengurangan jumlah oksigen di dalam tubuh tanpa gejala yang kerap terjadi tanpa disadari. 

Banyak  masyarakat yang tidak sadar saat tubuhnya sudah lelah dan rentan terhadap serangan penyakit. Terkadang orang menganggap dirinya fit lalu memforsir tubuh mereka untuk melakukan segala aktivitas, bahkan pekerjaan berat. 

‘Dengan menggunakan fitur Body Battery, pengguna Garmin dapat lebih baik dalam mengenali tubuh. Sehingga kita bisa lebih bijak dalam merencanakan intensitas aktivitas harian kita serta menentukan kapan harus beristirahat,” jelas Rian, dalam paparan daring, Kamis (30/9). 

Body Battery merupakan indikator jumlah energi atau daya yang dimiliki pengguna dengan menggabungkan data aktivitas, tingkat stres, masa pemulihan dan istirahat.

Body Battery mempunyai kemampuan menginterpretasikan perubahan detak jantung untuk mengetahui hubungan antara saraf simpatetik, saraf yang bertanggung jawab mempercepat kerja organ tubuh manusia, dengan saraf parasimpatik, yang bekerja sebaliknya. 

Biasanya istirahat yang cukup dan kualitas tidur yang baik dapat mempertahankan bahkan meningkatkan Body Battery. Sedangkan jadwal kerja yang padat, intensitas olahraga yang tinggi, dan konsumsi alkohol yang berlebihan dapat membuat tingkat Body Battery kita menurun. 

Sports Medicine Specialist dr. Grace Joselini Corlesa menyampaikan, kondisi kesehatan manusia juga dipengaruhi oleh stres yang dialami, Setiap orang mempunyai jumlah energi yang berbeda setiap harin. Serta respon yang berbeda pula terhadap aktivitas yang sama. 

“Misalnya kebiasaan baru (new normal) yang mengharuskan kita tetap berada di rumah. Bagi sebagian orang hal itu menyenangkan, tetapi ada juga yang merasa stres saat tidak bisa kemana-mana,” kata Grace.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian

Terbaru