Memburu jajanan legendari Minang di FJM

Minggu, 11 Desember 2016 | 16:04 WIB
Reporter: Nisa Dwiresya Putri  | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Aneka makanan khas dari Sumatera Barat laris manis di Festival Jajanan Minang. Rendang, sate padang, ketupat sayur,  martabak kubang, hingga karupuak mi kuah habis terjual diburu ribuan pengunjung. Berbagai pertunjukan musik dan kesenian khas Minangkabau pun turut memeriahkan perhelatan yang digelar 10-11 Desember 2016 tersebut.

Menurut Aan (46) salah satu pengunjung, festival kuliner dan kesenian tersebut dapat mengobati sedikit kerinduannya terhadap kampung halaman. Saat ditemui KONTAN, pria asal Sumbar tersebut sedang menikmati karupuak mie kuah (Kerupuk mie kuah).  "Kebetulan saya juga pecinta kuliner, di sini bisa dapat makanan yang susah dicari di tanah rantau, contohnya kerupuk ini," ucap Aan, Sabtu (10/12).

Festival yang dipelopori komunitas Anak Anak Minang (AAM) ini di gelar di Lapangan Banteng.  Pada acara tersebut tersedia 120 lebih tenda untuk para pengusaha Minang. Sebagian besar tenda yang di sediakan memang diisi oleh penjual makanan dan jajanan khas Minangkabau. "Kita prediksi sudah ribuan yang datang hingga sore ini, dari pagi jam 9 aja udah rame," jelas Founder AAM Bobi Arianto.

Animo yang tinggi dari masyarakat juga diakui oleh para penjual. Ade Lisda pengisi stan dengan merek Taragak contohnya. "Tadi orang-orang sudah antri dari jam 6 untuk beli katupek sayua padang (ketupat sayur padang)," ujar Ade, Sabtu (10/12). Padahal, acara ini baru resmi di buka pada pukul 9 pagi.

Begitu juga dengan Sate Padang Anak Ayah. 120 porsi sate padang legendaris ini, habis terjual dalam waktu 2 jam. "Tadi kita datang jam 1, sekarang sudah habis 120 porsi. Ini baru datang stok untuk 150 porsi lagi," ujar Budi yang sehari-hari berjualan di Blok M. Sate ini dibanderol pengunjung dengan harga Rp 25.000 per porsi.

Selain memanjakan lidah dengan aneka makanan dan minuman. Pengunjung juga disuguhkan hiburan berupa randai, silat, permainan kim, dan penampilan artis-artis lokal. Tak perlu merogoh kocek dalam untuk datang, karena acara ini free entry. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk icip-icip makanan yang rentang harganya mulai dari Rp 5.000 hingga Rp. 40.000.

Nuansa Minangkabau terasa kental saat memasuki kawasan acara ini. Tidak hanya jajanannya, penjual dan pengunjung kebanyakan adalah orang-orang Minang yang berdomisili di Jabodetabek. "Kebanyakan yang datang memang urang awak, dan mereka menyambut positif acara ini. Mereka juga meminta acara seperti ini diadakan lagi," ujar Bobi.

Acara yang terwujud atas kerja sama AAM dengan komunitas Minang lainnya se-Jabodetabek ini memang bertujuan sebagai media kreasi dan silaturrahmi bagi para perantau Minang. Selain itu, keuntungan yang didapat digunakan pula untuk bantuan sosial membangun masjid yang ada di Pasaman Barat, Sumbar. (Nisa Dwiresya Putri) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru