kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS671.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Mengapa tahun baru China disebut 'Imlek'?

Kamis, 31 Januari 2019 / 18:48 WIB

Mengapa tahun baru China disebut 'Imlek'?
ILUSTRASI. Persiapan jelang imlek

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun Baru Imlek akan datang tak sampai seminggu lagi. Tercatat, sejak era kepemimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Imlek selalu dirayakan dengan semarak oleh mayoritas kalangan Tionghoa di Indonesia. Lantas, mengapa perayaan ini disebut “ imlek”?

Kepala Kajian dan Riset Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) Aji Bromokusumo menyebut, sebutan “imlek” lahir melalui proses serapan penduduk Nusantara terhadap istilah Hokkian, “yin li”.


“Imlek berasal dari kata yin li, artinya lunar calendar. Jadi tahun baru China itu sama dengan tahun baru Islam karena dihitung berdasarkan peredaran bulan,” ucap Aji kepada KompasTravel di Restoran Lei Lo, bilangan Senopati pada Kamis (31/1/2019).

Usut-punya usut, sebutan “imlek” ternyata hanya bisa ditemui di Indonesia. Bahkan, di China sendiri, istilah untuk perayaan ini disebut sebagai “chunjie” yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai festival menyambut musim semi.

“Kalau di Indonesia disebut demikian jadi aneh, karena Indonesia tidak punya musim semi,” tambahnya.

Di samping itu, beberapa kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia pun kerap menyebut Tahun Baru Imlek sebagai “sincia”. Penyebutan tersebut sama-sama diserap dari dialek Hokkian untuk menyebut “xin zheng” yang dibaca “sin ceng”.

Di tempat terpisah, masih menurut Aji, istilah “xin zheng” merupakan singkatan  dari istilah “xin zheng yue” yang berarti “bulan pertama yang baru”.

Istilah “zheng yue” sendiri, yang berarti “bulan pertama”, jika diucapkan dalam dialek Hokkian akan berbunyi “cia gwe”. Maka, penyebutan “sincia” merupakan pelafalan ringkas alias kependekan dari istilah-istilah tadi. (VITORIO MANTALEAN)

Artikel ini tekah tayang di Kompas.com denga judul "Mengapa Tahun Baru China Disebut 'Imlek'?"

Sumber : Kompas.com
Editor: Tendi

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0463 || diagnostic_web = 0.3379

Close [X]
×