Sport

Mengintip rekor hingga kontroversi Diego Maradona di lapangan hijau

Kamis, 26 November 2020 | 10:47 WIB   Penulis: Bimo Kresnomurti
Mengintip rekor hingga kontroversi Diego Maradona di lapangan hijau

ILUSTRASI. Mengintip rekor hingga kontroversi Diego Maradona di lapangan hijau


KONTAN.CO.ID - BUENOS AIRES. Perjalanan Diego Maradona di dunia sepak bola kini sudah terhenti. Maradona meninggal dunia setelah mengalami henti jantung pada hari Rabu (25/11/2020) kemarin.

Dengan nama lengkap Diego Armando Maradona Franco, mantan pemain sepak bola profesional Argentina lahir 60 tahun silam di kota Lanus, Argentina. 

Maradona diklaim sebagai salah satu pesepakbola terhebat yang pernah berkarir sebagai pesepakbola dan dianugerahi sebagai Pemain Terbaik FIFA abad ke-20. Atas kehebatannya, Maradona dijuluki 'The Golden Boy'.

Maradona telah memberikan memberi gambaran pesepakbola yang bermain sebagai gelandang serang atau disebut sebagai striker kedua, dilansir dari Sportskeeda.com.

Saat berusia delapan tahun, Maradona berada di bawah pengawasan pencari bakat ketika dia bermain di klub lingkungan Estrella Roja. Tak lama kemudian, bakat alami membuat Diego Maradona menjadi pemain utama Los Cebollitas (Bawang Kecil), tim junior Argentinos Juniors di Buenos Aires.

Baca Juga: Napoli akan mengganti nama stadionnya untuk menghormati mendiang Maradona

Maradona saat membela Napoli

Debut Maradona

Diego Maradona melakukan debut profesionalnya untuk Argentinos Juniors pada tahun 1976. Maradona bermain selama lima tahun di Argentinos Juniors dan mencetak 115 gol dalam 167 penampilan. 

Debut internasional Maradona terjadi pada tahun 1976 ketika Argentina bermain melawan Hongaria. Maradona tidak masuk dalam skuat Piala Dunia 1978 yang digelar di Argentina karena pelatih César Luis Menotti merasa masih pemula untuk bermain di Piala Dunia.

Maradona memainkan Kejuaraan Piala Dunia Muda FIFA 1979 di Jepang. Argentina memenangkan final dan Maradona menjadi bintang turnamen tersebut. Gol internasional senior pertamanya datang pada tahun 1979 dalam kemenangan 3-1 melawan Skotlandia di Hampden Park.

Melanisr dari Express.co.uk, Maradona adalah pemain termuda yang mencapai tim nasional Argentina sepanjang sejarah saat itu. Pada tahun 1979, The Golden Boy dinyatakan sebagai Pemain Amerika Selatan terbaik karena berhasil memimpin Argentina di Piala Dunia Junior. 

Diego Maradona

Baca Juga: Maradona tetap dirawat di rumah sakit usai operasi karena kebingungan 

Rekor Maradona

Rekor transfer Diego Maradona sempat menggemparkan dunia pada tahun 1982. Kala itu The Golden Boy pindah ke Barcelona dengan harga $ 7,7 juta atau sekitar Rp 135 miliar pada usia 21 tahun. 

Sayangnya, Maradona hanya memberikan satu gelar Copa Del Rey kala itu. Maradona mencatatakan 30 gol dari total 43 penampilannya bersama raksasa Spanyol. 

Maradona mengalami masa sulit dengan Barca setelah kecanduan kokain. Hal tersebut menyebabkan perselisihan dengan direktur Barcelona. Kemudian, Maradona dijual ke Napoli dengan biaya rekor lainnya sebesar £ 13 juta (Rp 206 miliar). Di Napoli, Maradona berhasil meraih dua gelar Seria A. 

Di Napoli, Maradona berhasil mencatatkan penampilan sebanyak 259 dengan meraih 115 gol dan 29 asis.

Maradona sempat dilarang bermain sepak bola selama 15 bulan pada tahun 1991 setelah dinyatakan positif menggunakan kokain. Setelah keluar dari Napoli, Maradona kembali ke Liga Spanyol untuk bergabung dengan Sevilla. Sayangnya di Sevilla, Maradona hanya menorehkan 5 gol dari 26 penampilannya.

Baca Juga: Diego Maradona meninggal dunia, ini penyebabnya

Kontroversi Maradona

Kegemilangan Diego Maradona tidak jauh kontroversi di lapangan lapangan hijau. Kontroversi Maradona dimulai denganmencetak gol penting melawan Inggris dengan bantuan lengannya. Usai pertandingan, Maradona mengatakan bahwa bola yang mengenai tangan mana pun, itu disebut tangan Tuhan. 

Di tahun yang sama, Maradona juga menerima Golden Ball Piala Dunia FIFA dan Sepatu Perak.

Selain itu, Maradona pernah bersaing ketat dengan legenda Brasil, Pele. Kala itu, FIFA memberikan penghargaan pemain terbaik ke Pele, meski Maradona memperoleh perolehan suara lebih banyak.

Maradona menjadi kapten tim nasional sepak bola Argentina sebanyak 16 kali, dan memimpin negaranya meraih gelar Piala Dunia pada 1986, melansir dari Express.co.uk.

Dengan gaya bermain Maradona yang luar biasa, Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986. Maradona turut dinobatkan sebagai "Athlete of the decade" oleh Inggris. 

Pesepakbola andalan Argentina ini telah mencetak 312 gol sepanjang karirnya. Salah satu catatan mentereng Maradona yakni torehan 8 gol dan memberikan 8 asis dalam 21 penampilan sepanjang Piala Dunia. Diego Maradona adalah pencetak gol terbanyak kedua dari Argentina di putaran final Piala Dunia.

Pasca pensiun dari sepak bola, ia memenangkan penghargaan FIFA Player of the Century. Diego Maradona memainkan beberapa pertandingan amal untuk mengumpulkan uang untuk perwalian dan organisasi.

Di akhir hayatnya, Maradona menjabat sebagai pelatih Gimnasia La Plata, klub yang berada di Divisi Utama Liga Argentina.

Selanjutnya: Begini kronologi meninggalnya Maradona

Editor: Bimo Kresnomurti


Terbaru