HOME

Menikmati kuliner Toba yang khas lagi unik

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 08:00 WIB   Reporter: Agustinus Respati, Ratih Waseso, SS. Kurniawan
Menikmati kuliner Toba yang khas lagi unik

Piltik Coffee

Nama kedai kopi milik Edward Tigor Siahaan ini sudah menggema. Padahal, letaknya terbilang cukup terpencil, jauh dari strategis, yakni di Jalan Sadar, Desa Lobu Siregar I, Siborongborong, sekitar 30 menit dari Bandara Silangit.

Toh, banyak orang terkenal datang ke Piltik Coffee yang buka sejak 2016. Sebut saja, penyanyi Lea Simanjuntak, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, juga Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Turis asing dari berbagai negara juga banyak,” kata Tigor yang berprofesi sebagai fotografer.

Kedai ini terletak di pinggir sawah, dengan desain bangunan yang instagramable. “Selain rasa dan kualitas kopi, saya bikin tempat yang keren biar orang datang,” ujar Tigor.

Piltik Coffee yang berarti klik atau dalam bahasa Batak bermakna memetik gitar ini menawarkan banyak pilihan kinuman kopi. Mulai yang proses pembuatan (brewing) manual hingga mesin. Ambil contoh, Peaberry Coffee V60 dan Piltik Drip Cofee untuk manual brew coffee.

Yang menarik, untuk Peaberry Coffee V60, proses brewing langsung di meja pengunjung. Saat disesap, rasa asam yang kuat mendominasi. Tapi, waktu ditelan, ada sedikit rasa karamel manis yang tertinggal. Tingkat kepahitannya  lumayan.

Alexey, pengunjung Piltik Coffee, mengatakan, citarasa kopi buatan kedai ini sangat khas. “Rasanya sangat enak,” sebut turis asal Rusia ini.

Piltik Coffee menggunakan kopi lokal jenis Arabika varietas Sigararutang. Asalnya, selain dari kebun kopi sendiri, juga dari petani yang ada di sekitar kedai. “Kami terlibat langsung dari awal, mulai budidaya, processing, roasting, hingga brewing,” ungkap Tigor.

Yang menonjol dari kopi Arabika Siborongborong adalah sangat wangi, dengan tingkat kepekatan yang tinggi. Rasanya nano-nano: pahit, asam, fruity, manis karamel, dan pedas.

Kedai ini juga menyediakan makanan berat, tapi hanya nasi goreng. Cuma nasi goreng ya khas, karena menggunakan andaliman.

Itu sebabnya, sensasi pertama saat mengunyah nasi goreng adalah aroma khas andaliman, wangi segar citrus dipadu rasa getir yang menggelitik lidah. “Harus ada pembeda, muatan lokal yakni andaliman,” kata pria 55 tahun ini.

Harga Peaberry Coffee V60 Rp 37.000 per sajian, Piltik Drip Coffee Rp 25.000 per gelas, dan Batakno Rp 20.000 per cangkir. Lalu, seporsi Nasgor Andaliman Piltik Rp 35.000. Harga ini belum termasuk pajak, ya.

Halaman   1 2 3 4 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru