HOME

Menikmati kuliner Toba yang khas lagi unik

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 08:00 WIB   Reporter: Agustinus Respati, Ratih Waseso, SS. Kurniawan
Menikmati kuliner Toba yang khas lagi unik

RM Pribumi

Posisi rumahmakan ini berada di tengah Kota Dolok Sanggul yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Humbang Hasundutan. Letak persis RM Pribumi ada di Jalan Siliwangi.

Saat ini, yang mengelola merangkap juru masaknya adalah Santoso Munthe. Sang ayah, Toga Munthe, pendiri RM Pribumi telah meninggal dunia. “Saya meneruskan sejak tahun 2010,” ucapnya.

Bangunan RM Pribumi terdiri dari dua lantai. Tapi, hanya lantai dasar yang berfungsi sebagai rumahmakan dengan kapasitas sekitar 30 orang. “Dulunya semua terbuat dari papan, tapi kebakaran Agustus tahun lalu,” ungkap lelaki 36 tahun ini.

Kedai ini buka mulai pukul 8 pagi hingga malam hari. Tapi biasanya, kata Munthe, sore sudah tutup karena rendang telah habis.

Di hari biasa, pengunjungnya sekitar 80 orang. Angkanya naik dua kali lipat pada akhir pekan atau hari libur nasional.

Makanya, datang pagi atau siang hari, ya, biar enggak kehabisan. Kalau sudah dapat tempat duduk, segera pesan.

Tentu saja, rendang kuda yang jadi menu utama rumahmakan ini. Enggak pakai lama, rendang kuda datang, lengkap dengan semangkuk sop kuda, sepiring kecil sayur, dan  nasi.

Baca Juga: Meneropong kawasan Danau Toba nan elok dari Huta Ginjang

Ayo, santap. Tekstur daging kuda masih terlihat jelas saat rendang dibelah. Seratnya besar dan warna dagingnya merah tua cenderung cokelat, mirip daging kerbau secara kelir.

Dagingnya sangat empuk. Rasanya enggak beda jauh dari daging sapi. Rempah yang menyelimuti daging kuda begitu kuat. Bahkan, bumbu meresap sampai ke bagian dalam daging yang tidak terkena bumbu rendang secara langsung.

Kenapa bisa empuk? Munthe mengungkapkan, kuncinya ada di rempah. Sayangnya, ia tidak menyebut detail, hanya lada dan kunyit saja. “Resepnya yang menciptakan bapak dan ibu saya,” imbuh Munthe.

Tapi, dia menjelaskan secara perinci proses memasaknya. Diawali dengan membersihkan serat daging kuda dengan cara mencucinya sampai bersih, hingga tidak ada lagi darah yang menempel di daging.

Selanjutnya, daging dimasak selama satu jam bersama rempah. Baru masuk bumbu kelapa, untuk kemudian diaduk hingga merata selama satu jam lagi. “Bumbu kelapanya dari kelapa parut yang digongseng, lalu ditumbuk halus,” jelas Munthe.

Tidak ada andaliman dalam rendang kuda buatan Munthe. Namun, ia menyediakan sambal andaliman sebagai teman menyantap rendang kuda.

Untuk bahan baku utama, ia menggunakan daging kuda yang tersedia di penjual langganan. Kudanya berasal dari Aceh, Padang, bahkan Bandung.

Cuma, menurutnya, yang paling bagus adalah kuda asal Aceh, lantaran dagingnya lebih empuk dan manis. Tetapi, “Tidak selalu tersedia di penjual,” ujar Munthe, yang menambahkan, presenter Charles Bonar Sirait pernah makan di RM Pribumi.

Harga satu porsi rendang kuda dan rombongannya hanya Rp 30.000. Murah, kan?

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru