Sport

Mikel Arteta Bidik Gelar Liga Champions untuk Sempurnakan Kebangkitan Arsenal

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:21 WIB
Mikel Arteta Bidik Gelar Liga Champions untuk Sempurnakan Kebangkitan Arsenal

ILUSTRASI. Arsenal players Noni Madueke, Declan Rice, Eberechi Eze, and manager Mikel Arteta celebrate after re (REUTERS/Paul Childs)

Sumber: Reuters  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Tujuh tahun setelah kembali ke Arsenal yang tengah berada dalam kondisi terpuruk, Mikel Arteta kini berada di ambang pencapaian terbesar dalam karier kepelatihannya.

Pelatih asal Spanyol itu akan memimpin Arsenal menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions akhir pekan ini.

Baca Juga: Arsenal Selangkah Lagi Ukir Sejarah, PSG Jadi Penghalang Terakhir

Melansir Reuters Kamis (28/5/2026), satu kemenangan lagi akan menyempurnakan transformasi besar yang dibangunnya di klub London Utara tersebut.

Keberhasilan Arsenal merebut gelar Liga Inggris musim ini yang pertama sejak 2004 sudah menjadi bukti keberhasilan proyek jangka panjang Arteta setelah tiga musim beruntun hanya menjadi runner-up.

Kini, Arteta berpeluang membawa Arsenal meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

“Kami telah meningkatkan standar. Sekarang kami harus naik ke level berikutnya,” kata Arteta pekan ini.

Sebagai mantan asisten Pep Guardiola di Manchester City, Arteta sebenarnya bisa saja meniru sepenuhnya gaya permainan sang mentor. Namun, ia memilih membangun identitas sendiri.

Baca Juga: Ragnarok: The New World Sudah Bisa Dimainkan? Inilah yang Dapat Anda Ketahui

Kebangkitan Arsenal tidak hanya dibangun lewat dominasi penguasaan bola, tetapi juga pragmatisme permainan, kombinasi tekanan tinggi, disiplin bertahan, dan etos tim yang kuat.

Tim yang dulu sering dianggap rapuh kini berubah menjadi skuad yang mampu meraih kemenangan dengan berbagai cara, termasuk lewat laga-laga ketat.

“Anda harus kejam dan konsisten untuk menciptakan mental juara,” ujar Arteta tidak lama setelah ditunjuk sebagai pelatih Arsenal pada 2019.

“Tanpa identitas, Anda tidak bisa merencanakan sesuatu dan meyakinkan pemain menjalankan ide Anda.”

Baca Juga: Link Live Streaming MPL PH S17, Cara Nonton dan Jadwal Pertandingan Lengkap

Saat kembali ke klub yang pernah dibelanya sebagai pemain, Arteta melihat Arsenal kehilangan arah, terutama setelah era panjang Arsene Wenger berakhir.

Dalam wawancara di podcast The Overlap, Arteta mengaku salah satu fokus utamanya adalah mengubah budaya klub.

“Bagian terbaiknya adalah mengubah kultur kerja dan memahami bagaimana perasaan orang-orang di dalam organisasi. Saat itu saya tidak puas sama sekali,” katanya.

Transformasi tersebut tidak hanya terjadi di lapangan. Arteta juga membangun lingkungan baru di pusat latihan London Colney dengan berbagai simbol, pesan motivasi, dan pendekatan kekeluargaan.

Baca Juga: Maintenance FC Mobile The World's Game Sampai Jam Berapa? Cek Jadwal Berikut

Kebersamaan dan rasa tanggung jawab menjadi budaya sehari-hari di dalam tim. Bahkan, Arteta pernah membawa seekor anjing Labrador hitam bernama “Win” ke pusat latihan agar para pemain memiliki tanggung jawab bersama merawatnya.

Atmosfer kekeluargaan itu kini menjadi salah satu identitas Arsenal.

Perhatian besar terhadap detail juga berdampak langsung pada performa tim. Kehadiran pelatih situasi bola mati Nicolas Jover pada 2021 menjadi titik penting dalam evolusi Arsenal.

Musim ini Arsenal memecahkan rekor Liga Inggris untuk gol terbanyak dari situasi sepak pojok. Lebih dari sepertiga gol mereka lahir dari skema bola mati.

Mantan manajer Everton David Moyes menilai perubahan mentalitas Arsenal sangat terlihat di bawah Arteta.

“Anda bisa melihat Mikel sekarang punya sisi licik dalam sepak bola karena dia sangat ingin timnya menang,” ujar Moyes.

Meski begitu, Arteta tetap menempatkan kekompakan tim sebagai fondasi utama kesuksesan Arsenal.

Baca Juga: Terbaru! Inilah Kode Redeem CDID Mei 2026, Cek Semua Daftar Lengkapnya dan Cara Klaim

“Ini adalah kebahagiaan sebuah grup. Kebersamaan, persatuan, cinta, dan rasa hormat,” kata Arteta setelah Arsenal memastikan tiket ke final usai menyingkirkan Atletico Madrid.

Perjalanan Arsenal menuju titik ini tidak selalu mulus. Kegagalan demi kegagalan sempat menguji proyek Arteta, tetapi perlahan The Gunners berubah dari sekadar penantang menjadi juara.

Kini tantangan terbesar menanti mereka di final melawan PSG, salah satu klub terkuat di Eropa sekaligus tim yang memiliki kaitan emosional dengan Arteta karena pernah ia bela di awal karier profesionalnya.

“Kami memiliki kesempatan luar biasa untuk menulis sejarah baru bagi klub ini,” ujar Arteta.

Dari proses membangun ulang hingga kebangkitan besar, Arteta telah membentuk Arsenal sesuai visinya sendiri: disiplin, tangguh, dan penuh keyakinan. Kini, langkah terakhir menuju kejayaan Eropa tinggal selangkah lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru