HOME

Pariwisata Labuan Bajo akan dibuka kembali, ini masalah yang masih perlu ditangani

Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:36 WIB Sumber: Kompas.com
Pariwisata Labuan Bajo akan dibuka kembali, ini masalah yang masih perlu ditangani

ILUSTRASI. Wisatawan mancanegara menikmati destinasi wisata Taka Makasar Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Kamis (29/8).


KONTAN.CO.ID - LABUAN BAJO. Rencana pembukaan kembali pariwisata di Nusa Tenggara Timur disambut positif sejumlah pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia ( PHRI) Manggarai Barat. Menurut Ketua PHRI Manggarai Barat, Silvester Wangge, pihaknya siap untuk pembukaan pariwisata yang direncanakan mulai 15 Juni 2020.

Mereka juga akan taat dengan protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi virus corona (Covid-19) saat mulai beroperasi. "Hotel di Labuan Bajo sebenarnya tetap buka (selama ini), tapi tidak ada tamu yang check-in, sehingga karyawan memilih cuti saja. (Lalu) restoran tetap dibuka, tetapi kesulitannya tamu sedikit," kata Silvester kepada Kompas.com, Sabtu, (30/5).

Baca Juga: Kementerian PUPR pastikan pengembangan 5 destinasi wisata tetap berjalan

Sementara itu, pelaku pariwisata Manggarai Barat, Martha Muslin, mengungkapkan, seperti diberitakan sebelumnya, Labuan Bajo akan dijadikan salah satu pilot destinasi new normal. Hal ini pun dianggap kabar baik untuk para stakeholder di Labuan Bajo, dan NTT secara keseluruhan. 

"Sebagai pelaku wisata, kami menyambutnya dengan sangat positif, karena harapan kami persoalan mendasar di Labuan Bajo secepatnya dibenahi," kata Muslin. Adapun persoalan mendasar yang dimaksud seperti ketersediaan air bersih yang berfungsi untuk mencuci tangan.

"Kalau sebagai pebisnis kami sendiri sudah siap, karena sebenarnya tidak terlalu berbeda banyak dengan sebelumnya. Kami sudah terbiasa dengan tingkat higienitas tamu yang lebih tinggi," jelasnya.

Baca Juga: PHRI: Pandemi corona merupakan cobaan besar untuk industri hotel

Kendati demikian, Muslin menambahkan, perlu ada biaya tambahan untuk penyediaan masker dan disinfektan di setiap fasilitas. Khusus untuk masker, lanjut Muslin, merupakan salah satu yang perlu dipakai bagi para pelaku pariwisata dan wisatawan.

Adapun bahan masker yang dianjurkan adalah kain, sehingga bisa dipakai ulang dan tidak menambah beban sampah di Labuan Bajo. (Markus Makur)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pariwisata Labuan Bajo Akan Dibuka Kembali, Ikuti Protokol Kesehatan.

Editor: Wahyu T.Rahmawati


Terbaru