Pendaftaran sudah dibuka, simak prodi soshum terketat di SNMPTN 2020

Selasa, 16 Februari 2021 | 12:17 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Pendaftaran sudah dibuka, simak prodi soshum terketat di SNMPTN 2020

ILUSTRASI. Pendaftaran sudah dibuka, simak lagi prodi soshum terketat di SNMPTN 2020. Sumber: unpad.ac.id

KONTAN.CO.ID - Pendaftaran SNMPTN 2021 sudah dibuka pada Senin (15/2/2021) lalu. Siswa eligible diimbau untuk memperhatikan langkah yang tepat saat mendaftar jalur ini.   

Melansir laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), siswa bisa memilih antara program studi (prodi) sains dan teknologi (saintek) atau sosial humaniora (soshum).

Ketentuan dalam memilih dua prodi di jalur SNMPTN 2021 ini. Siswa perlu memperhatikan prodi mana yang akan didaftar.

Jika akan memilih di dua prodi PTN yang berbeda, salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA/SMK/MA asal. Jika hanya memilih satu program studi, bisa memilih PTN di seluruh Indonesia. 

Peserta juga diimbau untuk tidak lintas, namun hal ini kembali pada ketentuan PTN tujuan.

Perlu diingat, jika peserta dinyatakan lulus SNMPTN, maka tidak diperbolehkan lagi mendaftar UTBK-SBMPTN 2021. 

Selain tidak bisa mengikuti UTBK, siswa yang lulus SNMPTN 2021 juga tidak bisa mendaftar sekolah kedinasan seperti STAN. 

Karenanya, peserta seleksi SNMPTN tahun ini diimbau untuk hati-hati dalam memilih jurusan kuliah dan universitas. 

Baca Juga: Pendaftaran dibuka hari ini, simak 7 langkah mendaftar SNMPTN 2021 ini

Prodi soshum terketat SNMPTN 2020

Data prodi terketat di SNMPTN tahun lalu bisa menjadi bahan pertimbangan siswa dalam memilih jurusan kuliah. Merangkum data dari LTMPT, berikut daftar prodi soshum dengan ketetatan tertinggi di SNMPTN 2020:

1. Manajemen Universitas Negeri Jakarta 0,94 persen.
2. Manajemen Universitas Padjadjaran 1,31 persen.
3. Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta 1,33 persen.
4. PGSD Universitas Sriwijaya 1,34 persen.
5. Ilmu Komunikasi Universitas Padjadajaran 1,42 persen.
6. Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia 1,63 persen.
7. Akuntansi Universitas Negeri Jakarta 1,63 persen.

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru