Wisata

Perilaku Konsumen Berubah, Maskapai Global Tawarkan Benefit Tiket Lebih Personal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:53 WIB
Perilaku Konsumen Berubah, Maskapai Global Tawarkan Benefit Tiket Lebih Personal

ILUSTRASI. Bisnis Penerbangan. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Reporter: Tendi Mahadi  | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir delapan dari sepuluh wisatawan Amerika Serikat (AS) jarang memanfaatkan sebagian benefit perjalanan. Tren tersebut menjadi peluang bagi maskapai global untuk menghadirkan opsi perjalanan yang lebih relevan, mengingat tidak semua penumpang pesawat membutuhkan fasilitas dan layanan penerbangan yang sama.

Pelaku perjalanan bisnis yang hanya membawa koper atau tas kabin tentu akan berbeda dengan keluarga yang bepergian liburan. Keduanya membeli tiket penerbangan, tetapi memiliki kebutuhan dan persepsi nilai penerbangan yang tidak selalu serupa.

Fenomena tersebut tercermin dalam survei Forbes Advisor pada Juni 2026, yang menemukan bahwa 78% dari 1.000 responden dewasa di AS memiliki setidaknya satu benefit perjalanan yang jarang atau tidak pernah dimanfaatkan. Bahkan, 17% responden jarang menggunakan fasilitas bagasi tercatat gratis yang tersedia bagi mereka, meskipun 43% menempatkannya sebagai salah satu benefit perjalanan paling bernilai.

Selain itu, sebanyak 67% responden lebih memilih harga penerbangan atau akomodasi yang terjangkau dibandingkan fasilitas premium. Survei yang mencakup benefit program loyalitas, kartu kredit perjalanan, dan perhotelan tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan suatu fasilitas tidak selalu berbanding lurus dengan kebutuhan maupun tingkat pemanfaatannya.

Baca Juga: NBA Musim 2026-2027 Diikuti 125 Pemain Internasional, Prancis Terbanyak

Perubahan preferensi tersebut turut memberikan konteks bagi evolusi produk penerbangan global. Sejumlah maskapai layanan penuh telah mengadopsi konsep branded fares, yakni pilihan kategori tarif dengan kombinasi harga, fasilitas, dan fleksibilitas berbeda sesuai karakteristik perjalanan pelanggan.

Singapore Airlines, misalnya, pada saat calon penumpang menentukan rencana perjalanannya, maskapai ini akan menawarkan sejumlah kategori yakni Economy Lite, Value, Standard, Flexi yang dapat dipilih dengan harga dan layanan sesuai kebutuhan. Lalu, Cathay Pacific pada kelas ekonominya memiliki kategori Light, Essential, dan Flex.

Maskapai timur tengah seperti Emirates dan Qatar Airways juga telah menerapkan konsep branded fares pada penjualan tiket penerbangannya.

Melalui pendekatan tersebut, penumpang dapat memilih kombinasi manfaat seperti jatah bagasi, pemilihan kursi, fleksibilitas perubahan jadwal, hingga perolehan miles sesuai kebutuhan dan anggaran.

Menurut laporan SeatMaps.com Yearbook of Ancillary Revenue dari IdeaWorksCompany di tahun 2026 mencatatkan bahwa tren bepergian penumpang tersebut mampu membawa tambahan pendapatan bagi maskapai selama lima tahun terakhir, yang turut didorong oleh penerapan biaya pemilihan kursi dan semakin luasnya penggunaan branded fares.

Baca Juga: 6.000 Tiket YORUN 2026 Ludes, Yogya Group Bidik Peluang Bisnis Sport Tourism

Namun demikian, tren tersebut tidak semata mencerminkan strategi peningkatan pendapatan. Diferensiasi tarif juga menjadi pendekatan maskapai untuk menjawab beragam preferensi pelanggan.

Termasuk mereka yang mengutamakan harga kompetitif maupun penumpang yang bersedia membayar lebih untuk kenyamanan dan fleksibilitas tambahan.

Terbaru