Sport

Portugal dan Kolombia Berebut Juara Grup, Hindari Lawan Berat di 32 Besar Piala Dunia

Kamis, 25 Juni 2026 | 23:56 WIB
Portugal dan Kolombia Berebut Juara Grup, Hindari Lawan Berat di 32 Besar Piala Dunia

ILUSTRASI. Piala Dunia 2026 - Timnas Portugal (REUTERS/Annegret Hilse)

Sumber: Reuters  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saat Portugal berhadapan dengan Kolombia dalam laga pamungkas Grup K Piala Dunia, kedua tim dipastikan bakal tampil habis-habisan.

Mereka mengincar hasil maksimal demi menghindari skenario buruk di babak 32 besar.

Kolombia sudah lebih dulu mengamankan tiket fase gugur setelah menyapu bersih dua laga pertama dengan enam poin.

Baca Juga: Pre-order GTA VI Versi Konsol Dibuka: Ini Daftar Harga Resmi untuk Indonesia

Sementara itu, Portugal yang mengantongi empat poin sebenarnya sudah hampir pasti lolos, namun sekadar lolos tentu belum cukup.

Menjadi juara grup punya arti yang sangat krusial. Tim yang finis di peringkat pertama Grup K dijamin mendapatkan jalur yang lebih mulus di fase gugur karena hanya akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Sebaliknya, tim yang finis sebagai runner-up berisiko langsung bertemu tim-tim raksasa seperti Inggris, Kroasia, atau Ghana.

"Jujur, terkadang kami memang melihat potensi situasi yang bisa terjadi. Saya bohong jika mengatakan kami tidak melihat apa yang akan terjadi jika kami finis di peringkat kedua atau ketiga," ujar penyerang sayap Portugal, Pedro Neto, kepada wartawan.

"Namun yang paling penting sebagai orang Portugal dengan mentalitas yang kami miliki adalah selalu ingin menjadi yang terbaik. Jadi, kami jelas akan menghadapi Kolombia untuk mengincar posisi pertama, bahkan tanpa memikirkan apa yang terjadi di grup lain."

Baca Juga: Meksiko Sempurna di Fase Grup, Hancurkan Ceko 3-0 & Melaju ke Babak Gugur Piala Dunia

Ketangguhan Kolombia vs Kebangkitan Portugal

Kolombia, yang merupakan runner-up Copa America 2024, tampil memukau sepanjang turnamen ini lewat kombinasi serangan tajam dan pertahanan kokoh yang membuat mereka menjadi lawan yang sangat merepotkan.

Tiga gol ke gawang Uzbekistan menjadi pembuka jalan mereka, disusul kemenangan tipis atas Republik Demokratik Kongo yang membuktikan kesabaran mereka saat membongkar pertahanan tim yang bermain bertahan.

Di sisi lain, perjalanan Portugal sedikit lebih berliku. Mereka sempat menuai kritik tajam setelah hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran meski melepaskan 740 operan saat ditahan imbang tanpa gol oleh RD Kongo. Namun, Selecao berhasil bangkit dengan melumat Uzbekistan 5-0.

Baca Juga: Afrika Selatan Ukir Sejarah, Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia untuk Pertama Kalinya

Ronaldo Kembali Cetak Gol

Di tengah keraguan yang berubah menjadi perayaan, pesta gol tersebut juga mengakhiri paceklik gol Cristiano Ronaldo dalam 10 pertandingan di turnamen mayor. Pemain berusia 41 tahun tersebut sukses menyarangkan dua gol.

Dengan rival-rival seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Vinicius Jr, dan Erling Haaland yang terus mendulang gol demi Sepatu Emas, Ronaldo sempat berada di bawah tekanan besar untuk membuktikan ketajamannya di Piala Dunia keenamnya ini.

Meski di atas kertas Portugal memiliki salah satu skuad paling bertabur bintang, kekuatan fisik, kecepatan serangan balik, dan organisasi pertahanan Kolombia akan memberikan ujian yang jauh lebih berat ketimbang Uzbekistan.

Baca Juga: Piala Dunia: Vinicius Menggila! Brasil Tumbangkan Skotlandia 3-0, Neymar Comeback

Hasil imbang sudah cukup bagi Kolombia untuk mengunci status juara grup. Situasi ini memaksa Portugal untuk mengambil inisiatif menyerang di tengah cuaca panas kota Miami, di mana suhu diperkirakan mencapai 30,5°C saat sepak mula.

"Mentalitas kami adalah finis di posisi pertama dan itulah target kami di pertandingan nanti: memainkan laga yang hebat dan keluar sebagai juara grup," tegas Neto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru