KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program beasiswa Uni Eropa Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM) bakal kembali digelar. Buat Anda yang berniat melanjutkan pendidikan setara S2 di benua biru, tawaran beasiswa EMJM ini menarik dipertimbangkan.
Bagi pencari beasiswa, tentu sudah tidak asing lagi dengan program EMJM ini. Beasiswa ini termasuk salah satu yang dianggap bergengsi di dunia, karena sifatnya yang interdisipliner, banyak negara dan didanai secara penuh (fully funded).
Program EMJM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh studi di berbagai universitas di negara-negara anggota Uni Eropa maupun negara mitra lainnya. Program ini menghadirkan pengalaman akademik internasional yang menggabungkan keunggulan akademik, mobilitas lintas negara, serta pertukaran budaya.
Beasiswa EMJM ini tergolong unik. Mahasiswa yang mendapat beasiswa EMJM ini bakal menjalani studi di minimal dua negara.
Baca Juga: Stanford University Buka Pendaftaran Program Bisnis untuk Pengusaha RI, Ada Beasiswa
Jadi penerima beasiswa tidak cuma kuliah di satu universitas atau satu negara. Selama masa studi, yang berlangsung sekitar 1 atau 2 tahun, penerima beasiswa wajib berpindah dan belajar di minimal dua universitas di negara Eropa yang berbeda.
Selain itu, penerima beasiswa juga bisa memperoleh gelar ganda setelah lulus. Penerima beasiswa bisa mendapat Joint Degree, di mana satu ijazah resmi yang diakui dan ditandatangani bersama oleh beberapa universitas mitra.
Kemungkinan lainnya, penerima beasiswa bisa memperoleh Multiple Degree, di mana penerima beasiswa akan mendapat dua atau lebih ijazah terpisah dari masing-masing universitas tempat belajar.
Untuk tahun akademik 2026 ini, ada 90 mahasiswa asal Indonesia yang lolos dan mendapat beasiswa EMJM. Rinciannya, sebanyak 78 mahasiswa menerima beasiswa penuh dari Uni Eropa (UE), sementara mahasiswa lainnya memperoleh beasiswa dari universitas, institusi mitra, maupun perusahaan swasta.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Facebook Verified Gratis, Cukup Rekam Video Selfie
"Melalui program Erasmus+, kami bangga dapat berinvestasi dalam masa depan Indonesia," tutur H.E. Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Sabtu (25/7/2026), dalam keterangan resmi.
Chaibi menuturkan, program beasiswa EMJM ini merupakan bagian dari strategi Global Gateway Uni Eropa. Ini merupakan strategi Uni Eropa untuk memperkuat konektivitas yang cerdas, bersih, dan aman di sektor digital, energi, dan transportasi.
Strategi ini juga sekaligus memperkuat sistem kesehatan, pendidikan, dan penelitian di berbagai belahan dunia. Strategi ini diluncurkan pada tahun 2021 oleh Komisi Eropa bersama negara-negara anggota Uni Eropa.
Menurut Chaibi, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam strategi Global Gateway. “Melalui Erasmus+, Uni Eropa terus mendukung pendidikan, pemberdayaan generasi muda, serta kerjasama akademik internasional," tambah Chaibi.
Baca Juga: Ramai Gelaran Travel Fair, Simak Tip dan Trik Berburu Tiket dan Promo
Tertarik menjajal program beasiswa EMJM? Untuk tahun akademik 2027/2028, proses pendaftaran program EMJM akan dibuka pada September/Oktober 2026. Hasil seleksi akan diumumkan sekitar Mei/Juni 2027.
Berdasarkan keterangan resmi di situs EMJM, penerima beasiswa EMJM akan menerima dana yang meliputi biaya kuliah, tunjangan biaya hidup bulanan sekitar €1.400 per bulan, asuransi kesehatan dan perjalanan, serta bantuan biaya perjalanan dan pindahan,termasuk untuk tiket pesawat dan pengurusan visa.
Persyaratan pendaftaran program beasiswa EMJM ini secara spesifik bervariasi, tergantung konsorsium program yang dipilih. Namun secara umum, pendaftar harus sudah memiliki gelar Sarjana atau sedang berada di tahun terakhir S1, dan akan lulus sebelum program dimulai.
Baca Juga: Bidik World Athletics Label, PLN Electric Run 2026 Tambah Kuota Menjadi 8.000 Pelari
Terkait persyaratan dokumen umum, yang dibutuhkan antara lain:
- Ijazah dan transkrip nilai yang diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah.
- Motivation Letter/Statement of Purpose.
- Surat Rekomendasi, 2–3 surat dari dosen atau atasan kerja.
- Curriculum Vitae (CV) dengan format Europass.
- Paspor yang masih berlaku.
- Proof of Residence, yakni surat keterangan tempat tinggal saat ini, biasanya dari RT/RW atau kampus.
Berbeda dari beasiswa lain, di mana pencari beasiswa mendaftar ke lembaga beasiswanya terlebih dahulu, pada Erasmus Mundus, penerima beasiswa mendaftar langsung ke konsorsium program studi yang dituju.
Jadi untuk awalnya, pencari beasiswa bisa mencari program di katalog resmi Erasmus Mundus Catalogue, di situs resmi Uni Eropa. Di sana terdapat ratusan pilihan program studi dari berbagai bidang.
Setelah itu, pendaftar bisa memilih Maksimal tiga program. Cek syarat dan deadline masing-masing program. Setelah semua beres, tinggal submit aplikasinya.
Nah, selamat berburu beasiswa!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News